Pixel Code jatimnow.com

Hidupkan Gagasan Tjokroaminoto, Koperasi Jadi Senjata Ekonomi Rakyat

Ekonomi 2 jam yang lalu
Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam. (Foto: Nur Alifan/jatimnow.com)
Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam. (Foto: Nur Alifan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Syarikat Islam mendorong penguatan koperasi sebagai jalan untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan sekaligus melanjutkan pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto tentang sosialisme Islam. Organisasi tersebut ingin mengembalikan semangat awal perjuangannya melalui gerakan ekonomi yang mampu memperkuat posisi masyarakat.

Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Ferry Juliantono, menyampaikan hal itu saat penutupan Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam di Asrama Haji Surabaya, Selasa (20/10/2026). Menurutnya, perjuangan ekonomi yang diwariskan para pendahulu masih relevan untuk menjawab persoalan ketimpangan dan kemandirian masyarakat saat ini.

Ferry menjelaskan, gagasan sosialisme Islam yang dicetuskan H.O.S. Tjokroaminoto lahir dari semangat melawan kolonialisme dan imperialisme. Dalam konteks sekarang, nilai perjuangan tersebut perlu diterjemahkan melalui penguatan ekonomi rakyat agar manfaat pembangunan tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.

“Tema dakwah ekonomi yang diusung Syarikat Islam bertujuan untuk mewujudkan kemerdekaan yang sejati. Gagasan ini berakar dari ide besar sosialisme Islam yang dicetuskan oleh H.O.S. Tjokroaminoto untuk melawan kolonialisme dan imperialisme pada masa lampau,” ujarnya.

Ia menilai, transformasi menuju sistem ekonomi kerakyatan sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945 tidak bisa diwujudkan hanya melalui kebijakan pemerintah. Diperlukan perjuangan bersama dan keterlibatan organisasi masyarakat untuk membangun sistem usaha yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

Karena itu, Ferry mengajak kader Syarikat Islam mengambil peran lebih besar dalam mengembangkan koperasi. Menurutnya, koperasi dapat menjadi instrumen usaha bersama yang memperkuat daya ekonomi masyarakat sekaligus membangun kemandirian di tingkat lokal.

Ferry juga mengapresiasi kolaborasi Kementerian Agama dan Kementerian Koperasi dalam mendorong pembentukan koperasi berbasis masjid. Sinergi tersebut dinilai dapat mempertemukan kekuatan organisasi Islam dengan jaringan ekonomi produktif yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam periode 2026–2031, Hamdan Zoelva, menegaskan pentingnya mengembalikan orientasi organisasi pada dakwah dan penguatan ekonomi. Ia menyebut, semangat kewirausahaan yang melandasi kelahiran Serikat Dagang Islam harus menjadi pijakan dalam menjalankan program organisasi ke depan.

"Melalui kongres ini Syarikat Islam menegaskan kembali komitmennya menjadikan dakwah ekonomi sebagai bagian penting dari perjuangan organisasi. Penguatan koperasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen diharapkan mampu menerjemahkan gagasan para pendahulu menjadi gerakan ekonomi yang konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.