Update Harga Sembako Jawa Timur: Beras Terpantau Aman, Cabai Rawit Masih Tinggi
Peristiwa 14 jam yang lalujatimnow.com - Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur merilis data terbaru mengenai pergerakan harga bahan pokok di tingkat konsumen. Secara umum, sebagian besar bahan pokok penting menunjukkan tren yang relatif stabil, kendati sejumlah komoditas hortikultura, khususnya aneka cabai, masih berada di kisaran harga yang cukup tinggi.
Berdasarkan data pemantauan pasar terkini, harga rata-rata beras jenis premium di wilayah Jawa Timur tercatat berada di kisaran Rp15.081 per kilogram, sementara beras medium berada pada angka Rp13.015 per kilogram. Komoditas gula kristal putih terpantau di angka Rp17.516 per kilogram. Untuk produk minyak goreng, jenis curah diperdagangkan seharga Rp20.491 per kilogram, minyak goreng kemasan sederhana dipatok sekitar Rp18.793 per liter, minyak goreng kemasan premium rata-rata mencapai Rp22.030 per liter, dan minyak goreng rakyat Minyakita berada di level Rp15.913 per liter.
Sektor kebutuhan protein hewani terpantau cukup terkendali tanpa gejolak berarti. Harga rata-rata daging sapi paha belakang berada di posisi Rp133.197 per kilogram, daging ayam ras tercatat sebesar Rp37.383 per kilogram, serta telur ayam ras berada di kisaran Rp24.203 per kilogram. Sementara itu, komoditas hortikultura menunjukkan variasi yang cukup mencolok; bawang merah berada di angka Rp27.486 per kilogram, bawang putih di kisaran Rp28.634 per kilogram, cabai merah besar seharga Rp43.506 per kilogram, cabai merah keriting Rp52.147 per kilogram, dan cabai rawit merah menjadi komoditas dengan lonjakan tertinggi yang menyentuh angka Rp63.368 per kilogram.
Stabilitas harga pada kelompok beras dan produk peternakan mengindikasikan bahwa pasokan dari daerah produsen di Jawa Timur masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Beras medium menunjukkan grafik pergerakan yang sangat datar di kisaran Rp13.000 per kilogram, mencerminkan keberhasilan intervensi pasokan dan distribusi yang terjaga.
Kendati demikian, tekanan inflasi lokal masih disumbangkan oleh kelompok hortikultura, terutama cabai rawit merah yang menembus level di atas Rp63.000 per kilogram. Faktor cuaca serta siklus panen musiman disinyalir masih menjadi pemicu utama fluktuasi harga komoditas pedas tersebut. Pemerintah daerah melalui instansi terkait diharapkan terus memantau jalur distribusi pangan guna mengantisipasi lonjakan lebih lanjut pada komoditas yang sensitif terhadap perubahan cuaca menjelang pergantian musim.