Pixel Code jatimnow.com

Gagal Menang di 5 Pertandingan, Arema FC Pecat Marcos Santos

Olah Raga 11 jam yang lalu
Marcos Vinicius dos Santos Goncalves dipecat dari pelatih Arema FC (Foto: Aris/jatimnow.com)
Marcos Vinicius dos Santos Goncalves dipecat dari pelatih Arema FC (Foto: Aris/jatimnow.com)

jatimnow.com - Manajemen Arema FC resmi mendepak Marcos Santos dari kursi pelatih jelang laga melawan Dewa United. Pemecatan ini dilakukan usai Arema FC gagal menang dalam lima laga, termasuk kekalahan memalukan 5 - 1 melawan Persija Jakarta, pada Rabu (21/10/2026).

Kemenangan terakhir Arema FC terjadi kala matchday pertama ketika menghadapi Isen Mulang Kalteng FC dengan skor 4 - 0 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (4/9/2026) lalu.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil secara profesional demi merespons dinamika tim serta memberikan penyegaran taktis secepatnya. Keputusan tersebut diakui tak mudah apalagi ini merupakan musim kedua Marcos Vinicius dos Santos Goncalves bersama Singo Edan.

"Ini merupakan musim kedua bagi Coach Marcos Santos yang sebenarnya dinilai sangat mengenal karakter sepak bola Indonesia. Namun, lima laga tanpa kemenangan menjadi indikator penting bahwa tim butuh momentum dan ruang refreshment baru. Manajemen memutuskan untuk mengistirahatkan sekaligus mengakhiri kerja sama secara profesional demi kebaikan bersama," ujarnya, Jumat (23/10/2026).

Pihak manajemen mengambil putusan pemecatan Marcos dengan sangat matang dan mempertimbangkan dinamika tim dalam beberapa musim terakhir. Klub belajar banyak dari pengalaman masa lalu, yang pernah berada dalam situasi di mana sebuah figur pelatih terlihat begitu ideal dan disukai banyak pendukung dari luar.

"Namun, kenyataan di balik layar yang tidak diketahui publik, peran strategis mulai dari perancangan program latihan, hingga eksekusi taktikal dari A sampai Z justru sepenuhnya dijalankan oleh jajaran asisten pelatih, seperti yang dahulu dilakukan oleh (alm) Coach Kuncoro," kata Inal.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi catatan sangat berharga bagi manajemen. Artinya, ada begitu banyak pertimbangan mendalam, mulai dari aspek teknis, non teknis, psikologis, matematis dan situasi riil internal yang melatarbelakangi keputusan mengganti atau mempertahankan seorang pelatih.

"Begitu pula dengan situasi saat ini, manajemen harus bertindak bijak, teliti, dan tidak gegabah demi kebaikan jangka panjang tim," tuturnya.

Manajemen memastikan seluruh urusan administrasi dan komitmen hak-hak kontrak Coach Marcos Santos akan diselesaikan secara profesional, berdasarkan aturan yang berlaku serta dalam semangat kekeluargaan.

Manajemen kemudian menunjuk Andre Caladas sebagai pelatih interim. Pertimbangan penunjukkan Andre Caladas juga bukan tanpa alasan. Andre memiliki kualifikasi kepelatihan serifikasi Lisensi A pro. Selain itu, Andre Caldas dinilai sudah sangat intens, mengenal dekat seluruh pemain, serta memahami situasi internal tim saat ini sehingga dinilai tepat untuk memimpin Singo Edan dalam masa transisi.

"Untuk memastikan persiapan tim tidak terganggu jelang laga kandang melawan Dewa United, kami menunjuk Andre Caldas sebagai pelatih interim. Secara kualifikasi Andre sangat memenuhi syarat dengan lisensi A Pro, dan yang paling penting, Coach Andre sudah sangat intens berinteraksi dengan tim dan sempat pula memimpin tim ketika pelatih kepala absen, sehingga proses adaptasi dan penyatuan fokus pemain dapat berjalan instan," terangnya.

Manajemen Arema FC juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi Marcos Santos selama melatih Singo Edan, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung setia.

"Kami memohon maaf kepada seluruh Aremania, Aremanita, dan masyarakat Malang Raya atas raihan yang belum maksimal. Kami memohon doa dan dukungan positif agar momentum pembenahan ini menjadi titik balik kebangkitan Arema FC," pungkasnya.