jatimnow.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar doa bersama lintas agama untuk keselamatan Kota Surabaya dan Bangsa agar terhindar dari segala macam bencana saat pergantian tahun.
Doa bersama yang digelar secara serentak di lima tempat peribadatan di Surabaya itu sediktitnya diikuti 2 ribu lebih jajaran pemkot dari lima agama.
Doa bersama bagi agama Islam dilakukan di Taman Surya Balai Kota Surabaya, yang diikuti sekitar 1000 orang dan juga diikuti oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Rabu (26/12/2018).
Dalam sambutannya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan momen tersebut bertujuan untuk menghindari terjadinya musibah apapun, baik di Kota Pahlawan maupun di seluruh wilayah Indonesia.
"Cukup kemarin ada masalah di Jalan Gubeng. Saya berharap itu yang terakhir dan tidak ada lagi musibah atau bencana yang akan dirasakan oleh warga dan Kota Surabaya," kata Wali Kota Risma.
Wali Kota dengan segudang penghargaan ini mengingatkan, bahwa cuaca dan dampak dari global warming juga menjadi salah satu faktor penyebab perubahan alam yang terjadi akhir-akhir ini. Untuk itu, ia mengimbau kepada warga agar lebih waspada pada dampak alam yang terjadi.
"Cuaca alam saat ini banyak sekali permasalahan, mulai dampak dari erupsi gunung merapi dan global warming ini sangat luar biasa. Karena itu, mari kita bersama-sama selalu berhati-hati, semoga tidak ada musibah apapun terjadi di Kota Surabaya," ujarnya.
Sementara, saat momen pergantian tahun, Wali Kota Risma mengajak warga dan seluruh elemen masyarakat untuk lebih saling mempererat silaturahmi dan berkomunikasi.
"Mendekati awal tahun, mari kita bersama-sama saling bergandengan tangan mempererat tali silaturahmi, karena saya yakin dengan semakin mempereratkan silaturahmi selain akan memperpanjang usia, kita juga akan mendapatkan rahmat dan hidayah dari Allah SWT," pesannya.
Pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan terima banyak kepada seluruh pegawai Pemkot Surabaya dalam bekerja setahun ini. Dalam setahun ini, Kota Surabaya telah mendapat puluhan penghargaan, baik yang tingkat nasional maupun internasional. Namun begitu, ia menegaskan bahwa tujuan utamanya bukanlah untuk mendapat sebuah penghargaan.
"Tujuan utamanya adalah bagaimana kita semua bisa memberikan yang terbaik untuk warga dan Kota Surabaya. Saya juga minta maaf apabila ada kesalahan saya disengaja maupun tidak, selama setahun kemarin," tandasnya.
Sementara itu, salah satu umat Hindu, Ketut Gatra Astika menyampaikan ada tiga tujuan utama digelarnya doa bersama ini. Pertama, untuk keselamatan Kota Surabaya dan warganya, yang kedua untuk saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah di Selat Sunda. Dan ketiga, untuk pemilu yang akan datang supaya berjalan aman dan lancar.
"Doa bersama ini intinya untuk keselamatan kita semua," kata dia.
Sedangkan untuk agama Kristen, doa bersama digelar di Graha Sawunggaling lantai 6 yang diikuti 600 orang. Untuk agama Hindu, digelar di Pura Segara, Jalan Memet Sastrawirya Komplek TNI AL Kenjeran, yang diikuti 300 orang.
Sedangkan untuk agama Budha, doa bersama digelar di Vihara Budhayana Dharma Wira Center Jalan Panjang Jiwo Permai, yang diikuti 150 orang. Dan untuk agama Konghuchu, doa bersama digelar di Klenteng Boen Bio Jalan Kapasan No. 131 Surabaya yang diikuti sekitar 150 orang.
Doa Lintas Agama di Surabaya, Risma Minta Keselamatan Warga
Rabu, 26 Des 2018 18:25 WIB
Reporter :
Farizal Tito
Farizal Tito
Berita Surabaya
Lita Machfud Arifin Raih Penghargaan Perempuan Inspiratif Jawa Timur 2026
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah
GP Ansor Jatim Perkuat Jejaring Pengusaha Lewat Ansor Economic Forum
Nirina Zubir: Jangan Buang Ibu Jadi Pengingat untuk Tidak Melupakan Orang Tua
Konflik Warga Menur Surabaya dan Gereja Bethany Indonesia Berujung Mufakat
Berita Terbaru
Lita Machfud Arifin Raih Penghargaan Perempuan Inspiratif Jawa Timur 2026
Kalahkan Bosnia - Herzegovina, Swiss Jaga Peluang Lolos Babak Penyisihan Grup
Gagal Amankan Kemenangan, Ceko Ditahan Imbang Afrika Selatan 1-1
GP Ansor Jatim Perkuat Jejaring Pengusaha Lewat Ansor Economic Forum
Nirina Zubir: Jangan Buang Ibu Jadi Pengingat untuk Tidak Melupakan Orang Tua
Tretan JatimNow
Kisah Ory dan Sherlita, Menghidupkan Spirit Kartini di Era Digital
Cerita Uung Victoria Finky Arungi Laut 14 Jam demi Ibu Menyusui
Kisah Cessil, Perempuan Surabaya Menafsir Kartini Masa Kini
Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China
Terpopuler
#1
Aturan Berubah, Pengelola Pantai di Tulungagung Dilarang Tarik Tiket Masuk
#2
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah
#3
Tiga Warga Sidotopo Jadi Korban Dugaan Perampasan dan Penganiayaan Saat HUT Persebaya
#4
DPMD Tulungagung Usulkan Anggaran Rp45 Miliar Untuk Pilkades Serentak
#5