jatimnow.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Magetan langsung bergerak cepat mencari kakek pengamen cabul yang sempat meresahkan masyarakat. Sebab, laporan dari masyarakat terus masuk kepada penegak perda itu.
Satpol PP pun menyusuri sepanjang Jalan Raya Maospati. Mereka membagi tiga shift, yaitu pagi, siang dan malam.
Namun, nampaknya hasilnya masih nihil. Bukan mendapatkan target yang dimaksud, Satpol PP Kabupaten Magetan malah mendapatkan mangsa anak punk yang juga ngamen.
Baca juga: Belanja di Pasar Murah Lembeyan Magetan, Warga Bisa Dapat Diskon Khusus
"Kami memang sudah menyebar anggota. Tapi malah mendapat anak punk yang mengamen juga," kata Kasie Operasional dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Magetan, Khamim Basori kepada jatimnow.com, Jumat (11/5/2018) pagi.
Baca juga: Festival Durian Magetan jadi Ajang Pemkab Branding Potensi Lokal
Menurut Khamim, tiga anak punk itu akhirnya diamankan. Masing-masing di daerah Barat, lampu merah Maospati dan lampu merah Sukomoro.
"Mereka juga diringkus karena juga terlihat meminta maksa kepada pengguna jalan. Walaupun tidak melakukan tindakan cabul," urainya.
Baca juga: Kemensos Santuni Keluarga Korban asal Magetan dalam Musibah Longsor di Denpasar
Ia menjelaskan, tiga anak punk yang diringkus itu dua di antaranya masih pelajar. Ketiga anak punk tersebut mengaku tidak diberi uang jajan sehingga menjadi anak punk dan meminta-minta.
"Pengakuannya begitu. Tapi saya kira itu hanya alasan. Karena buktinya beberapa kawannya yang berusaha kabur menggunakan sepeda motor," pungkasnya.
Reporter: Mita Kusuma
Editor: Arif Ardianto