jatimnow.com - Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat setelah mendengar berita viral ibu asal Surabaya menjual ginjal.
Pemkot pun langsung melakukan outreach.Dengan melibatkan Kelurahan Dukuh Menanggal dan Kecamatan Gayungan.
Selain itu, juga menurunkan tim DP5A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Dinas Kesehatan Kota Surabaya dengan mendatangi rumah Juwarti di Jalan Dukuh Menanggal I/26.
Baca juga: 69 Pejabat Pemkot Surabaya di Rotasi, 6 Diantaranya Kepala Dinas
"Langkah itu merupakan upaya yang dilakukan Pemkot Surabaya dalam proses pendekatan psikologi terhadap Ibu Juwarti beserta kedua anaknya agar dapat kembali dalam kehidupan normal," ujar Lurah Dukuh Menanggal, Hertika Vitra Hening, Selasa (6/3/2018).
Hertika menjelaskan, ketika tim tersebut mendatangi rumah Juwarti, ternyata ruang rumahnya tidak memungkinkan untuk melakukan proses konseling. Akhirnya, ketiga orang itu diajak ke Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang berada di Siola.
Baca juga: Pemkot Surabaya Buka Beasiswa Penghafal Kitab Suci untuk 1.412 Pelajar
"Setelah dari Puspaga, kami menunggu hasil konseling tadi, mungkin nanti setelah dari Puspaga kami terus memantau perkembangannya hingga keluarga mereka bisa hidup normal," tandasnya.
Baca juga: Malam Tahun Baru, Surabaya Mulai Penyekatan Sore Ini
Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto