Komitmen OneMed Dukung Perekonomian dan Serapan Tenaga Kerja di Jatim

Kamis, 18 Agu 2022 19:43 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Aktivitas di PT Jayamas Medica Industri (JMI) atau OneMed (Foto-foto: JMI)

Surabaya - Sebagai salah satu perusahaan produsen alat kesehatan terintegrasi dan terkemuka di Indonesia, PT Jayamas Medica Industri (JMI) atau OneMed memiliki komitmen yang besar untuk turut memajukan sektor ekonomi dan kesehatan di Indonesia, terutama di Jawa Timur.

Dengan visi menjadi produsen alat kesehatan terbesar di Indonesia untuk membantu program pemerintah dalam ketahanan nasional di bidang kesehatan.

Salah satu langkah yang dilakukan oleh OmeMed untuk menunjukkan komitmen itu adalah dengan berekspansi membangun fasilitas produksi baru di Jatim. Langkah itu tentu menunjukkan kontribusi sektor swasta dalam mendorong perekonomian Jatim dalam bentuk penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Baca juga: Resmi Melantai di Bursa, OneMed Perkuat Entitas Alat Kesehatan

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi dalam bentuk PMDN di Jatim pada kuartal II/2022 mencapai Rp18,6 triliun, naik 34,1% secara year on year (yoy).

Adapun pada 2022, Jayamas Medica Industri siap untuk berekspansi dengan mengembangkan fasilitas di tanah milik perseroan di Mojoagung II, Wonosalam Jombang dan Lamongan.

Selain di dua daerah di Jatim itu, pada tahun ini perseroan juga akan membangun fasilitas baru di Kawasan Industri Terpadu Batang atau KITB di Jawa Tengah.

Sebagai salah satu perusahaan produsen alat-alat kesehatan habis pakai dengan produk-produk buatan lokal terbanyak di Indonesia, Jayamas Medica Industri tergolong konsisten melakukan ekspansi sejak awal berdiri.

Adapun setelah pertama kali didirikan oleh dr Jemmy Hartanto pada 2000 di Jatim, dr. Jemmy kemudian berhasil menyelesaikan pembangunan pabrik pertamanya seluas 2.200 meter persegi di Krian pada 2002, dengan hanya 50 karyawan untuk memproduksi kantong urine, alat tes kehamilan, dan produk-produk antiseptik serta disinfektan.

Terus berkembang, Jayamas Medica Industri lalu melakukan perluasan pabrik di Krian, Sidoarjo pada 2006 hingga menjadi seluas 8.000 meter persegi dengan 500 karyawan dan menambahkan jarum suntik sekali pakai ke dalam portofolio perusahaan.

Selanjutnya, perseroan berhasil mengantongi sertifikasi ISO 13485 untuk Sistem Manajemen Mutu untuk Alat Kesehatan dan menerima sertifikasi Cara Pembuatan dan Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) dari Kementerian Kesehatan RI pada 2013.

Berikutnya, Jayamas Medica Industri telah menerima kualifikasi ISO 9001 tentang Sistem Manajemen Mutu sejak 2005 hingga sekarang.

(Kiri ke kanan) Direktur Marketing PT JMI, Louis Hartanto; Komisaris Utama PT JMI, Jemmy Hartanto; Direktur Utama PT JMI, Dra. Herlien Sri Ariani; Direktur Operasional PT JMI, Leonard Hartanto dan Direktur Keuangan PT JMI, Eka Suwignyoo

Berbekal dua kendali mutu itu, pada 2016, dr. Jemmy percaya diri untuk mendirikan pabrik kedua di Mojoagung dengan total luas lahan 23.707 meter persegi. Juga mulai mengakumulasi land bank di Lamongan, untuk mengantisipasi ekspansi perseroan di masa mendatang.

Pada 2020, JMI berhasil menyediakan 50 juta keping alkohol swab sebagai dukungan penuh untuk Kementerian Kesehatan dalam memerangi pandemi Covid-19.

JMI juga menerima sertifikat EC (European Conformity) untuk Alat Kesehatan Jaminan Kualitas Produksi dari TÜV Rheinland untuk jarum suntik sekali pakai dengan jarum dan jarum suntik sekali pakai tanpa jarum.

Dan menjadi satu-satunya produsen foley catheter di Indonesia yang mendapatkan award karya anak bangsa pada Tahun 2017.

Selanjutnya pada 2021, Jayamas Medica Industri mengakuisisi land bank di Mojoagung untuk Pabrik Mojoagung II dan Wonosalam serta menyelesaikan akumulasi lahan untuk land bank di Lamongan.

\

"Melalui perjalanan panjang dalam mengembangkan sejumlah fasilitas tersebut, Jayamas Medica Industri kini sudah memiliki sedikitnya 3.200 stock keeeping unit (SKU) aktif yang ada di enam kategori (per 31 Maret 2022)," kata dr. Jemmy, Kamis (18/8/2022).

Jayamas Medica Industri juga tercatat sebagai produsen alat-alat kesehatan habis pakai buatan anak bangsa terbanyak di Tanah Air dengan 493 produk asli Indonesia atau 4,87% dari total 10.109 alat kesehatan yang terdaftar di Kementerian Kesehatan.

"Kami sangat mendukung upaya pemerintah dalam mendorong produk-produk manufaktur lokal, melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), demi membangun kemandirian produk farmasi dan alat kesehatan," tambah dr Jemmy.

Hampir lebih dari dua dekade beroperasi, Jayamas kini memiliki 1 pusat distribusi nasional di Gresik, 20 kantor cabang/fasilitas logistik, dan 19 kantor penjualan yang tersebar di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra, per 31 Maret 2022.

Sementara total land bank perseroan yang siap digunakan untuk ekspansi tercatat lebih dari 163.719 meter persegi. Selain itu, perseroan juga memasok 1.700 rumah sakit di Indonesia, dari total sekitar 2.985 RS. Perseroan juga menggandeng 3.475 apotek dan gerai alat kesehatan.

"Sebagai salah satu market leader alat kesehatan di Indonesia, Jayamas Medica Industri memiliki 3.200 produk aktif dan 74 produk dengan brand perseroan (hingga 31 Maret 2022) yang tersebar di 514 kota dan 34 provinsi," jelas dia.

Perseroan juga mengembangkan kolaborasi digital dan kemitraan dengan sejumlah platform startup, ecommerce dan pembayaran, di antaranya Tokopedia, Ovo, Shoppee, Halodoc, Lazada dan Gopay.

Aktivitas di PT Jayamas Medica Industri (JMI) atau OneMed

Serapan tenaga kerja langkah Jayamas Medica Industri untuk berekspansi secara nasional jelas akan berdampak positif kepada serapan tenaga kerja di Jatim.

Sebagai informasi, sejak 2019 hingga 2021 jumlah tenaga kerja Jayamas Medica Industri terus mengalami pertumbuhan. Pada 2019, jumlah tenaga kerja perseroan mencapai 964 orang. Jumlah tersebut bertambah pada 2021 sehingga totalnya mencapai 1.083 orang.

Jayamas Medica Industri juga menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan peran dan jumlah kaum perempuan dalam keluarga besar karyawan perusahaan.

Pada 2021 lalu, jumlah karyawan perempuan Jayamas Medica Industri mencapai 637 orang, dari total karyawan sebanyak 1.083 orang.

"Selain itu Jayamas Medica Industri juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan kemampuan dari para pekerjanya. Sebab perseroan telah menyediakan sejumlah program pengembangan yang komprehensif bagi para karyawan," ujar dr. Jemmy.

Program tersebut meliputi melalui pelatihan di tempat kerja dan keselamatan untuk karyawan baru, pelatihan berkelanjutan melalui lokakarya dan kelas di tempat kerja, dan kursus pengembangan teknis dan manajerial.

Demi mendukung kesejahteraan karyawannya, perseroan pun memastikan tiap individu terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, selain menyediakan program pensiun serta benefit sesuai prestasi karyawan.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler