jatimnow.com - Masih ingat kecelakaan yang terjadi di Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto 2011 silam?
Pada peristiwa maut itu menewaskan 21 korban jiwa. Beberapa mayat tergeletak di tepi jalan. Ada pula jenazah yang terjepit di kendaraan, bahkan ada juga yang tidak bisa dikenali.
Banyak cerita yang beredar di masyarakat setelah peristiwa kelam itu. Warga kerap mendengar rintihan tangis dan sekelebat pria berjenggot mengenakan jubah hitam.
Baca juga: Lagi, Pelajar di Tulungagung Tewas Kecelakaan Saat Hendak Berangkat Sekolah
Seorang penjaga warung kopi, Susianti (54) mengatakan bahwa kecelakaan itu tepat di depan warungnya. Namun saat kejadian, warung milik orang tuanya itu tutup.
"Di sini sering terjadi kecelakaan. Jalannya memang tidak terlalu menikung, tapi mungkin karena pengaruh tempatnya, jadinya angker," kata Susianti, Kamis (27/10/2022).
Susiati menceritakan bahwa banyak kisah ganjil pascakejadian. Beberapa kali terdengar suara tangisan di sekitar lokasi kejadian. Rintihan tangis itu kerap terdengar sekitar pukul 17.00-18.00 WIB. Atau saat matahari mulai tergelincir.
Baca juga: Pemotor Kritis Usai Terjatuh Akibat Luberan Material Proyek SPPG di Probolinggo
"Pas dicari (terdengar suara), tidak ada orangnya. Hanya mendengar suara tangis," terangnya.
Menurut Susianti, sewaktu warungnya buka 24 jam, aura berbeda membuat bulu kuduk berdiri. Aura itu semakin terasa ketika malam hari.
Suami Susianti, Kasiadi menjelaskan jika dirinya pernah didatangi para arwah setelah melakukan semacam ritual nyuguh atau membuat sesajen.
Baca juga: Pelajar SMP di Tulungagung Tewas Kecelakaan Usai Pulang Sekolah
"Kalau Jumat Legi kan nyuguh. Katanya datang semua arwahnya, karena mungkin orang-orang yang meninggal di sini ada yang tidak terawat," ungkapnya.
Susianti dan Kasiadi mengaku sering melihat penampakan sosok berjenggot berjubah hitam menyeberang jalan tepat di lokasi kecelakaan.
"Anak saya yang sering melihat. Orangnya berjenggot pakai jubah hitam," pungkasnya.