jatimnow.com - Mochamad Supriadi, pemain gelandang Tim Nasional (Timnas) Indonesia kini telah menjadi bintang, setelah berhasil memenangkan laga final Piala AFF U-16 bersama timnya di Gelora Delta Sidoarjo melawan Timnas Thailand pada Sabtu (11/8/2018).
Perjuangaan yang keras berbuah manis, mulai dari dilarang bermain bola oleh orang tuanya dan hanya dibelikan sepatu seharga Rp 30 ribu. Bahkan nekat merantau ke Jakarta dan berhasil direkrut menjadi pemain Timnas U-16, hingga akhirnya sukses meraih Piala AFF U-16 menjadi bukti bahwa perjuangannya selama ini tidak sia-sia.
Usai menjuarai Piala AFF U-16, Supriadi menyempatkan diri untuk pulang ke kedua orang tuanya yang berada di Jalan Kedung Asem, Surabaya. Anak dari seorang penjual es teh ini hanya pulang untuk sebentar karena harus kembali bergabung lagi dengan tim Garuda Mud untuk ke Jakarta.
Kedatangan Supri di sambut para tetangga dengan gembira. Kisah pemain Timnas U-16, Mochamad Supriadi bisa menjadi inspirasi pemain bola lainnya. Betapa tidak, anak Kedung Asem Surabaya ini sukses meraih gelar Piala AFF bersama teman-temannya di Timnas U-16.
Salah satu tetangga Supri mengatakan sangat bangga atas prestasi yang berhasil di diraih olehnya. Ia mampu menbahagiakan nama orang tuanya sekaligus mengharumkan nama bangsa.
"Saya sebagai tetangga cukup bangga juga atas hasil yang diperoleh Supri. Kita sambut dengan senang kedatangannya tadi, apalagi anak Surabaya ini yang bermain," ujar tetangga Supri yang tak mau disebut namanya.
Dibalik kesuksesannya, banyak rintangan yang harus di lalui oleh Supriadi. Bersama sekolah sepak bola Rungkut FC, anak pasangan Kalsum (58) dan Denan (60) ini dulu sempat dilarang bermain bola oleh bapaknya.
Denan mengatakan pelarangan ini, semata-mata karena ia tak punya biaya untuk menuruti keinginan Supri menjadi pemain sepak bola.
"Saya hanya bekerja sebagai tukang bangunan dan ibu hanya menjual es. Tapi ibu berusaha akhirnya bisa membelikan Supri sepatu seharga Rp 30 ribu untuk sekedar bermain bola. Uang itu hasil tabungan Supriadi, setiap hari Rp 2 ribu," ujar Denan kepada jatimnow.com, Senin (13/8/2018).
Denan juga mengatakan, yang diinginkan supri adalah sepatu seharga Rp 300 ribu seperti teman-teman lainnya. Meski demikian dirinya tak minder untuk bermain bola, bahkan menjadikan ini sebagai tantangan.
"Ini sepatu Rp 30 ribu, jangan dilihat dari harga sepatunya tetapi yang penting mainnya harus bagus. Setiap kali rusak tinggal menjahitkan," kata Denan.
Denan menceritakaan dengan sepatu seharga Rp 30 ribu ini Supri bersama Rungkut FC bermain dengan cemerlang dan berhasil meraih beberapa trophy kejuaraan. Namun saat mengadu nasib di Jakarta Supri mengalami pengalaman yang cukup pahit.
"Saat Supri pergi ke Jakrta untuk mengadu nasib, sayangnya ia tertipu oleh orang yang mengaku pemandu bakat. Akhirnya Supri menjual bajunya untuk bertahan hidup disana. Ibu sering menangis kalau mengingat hal itu," tutur Denan.
Hingga akhirnya Supri bertemu dan bergabung dengan SSB Bina Taruna. Di sinilah ia mulai mengiluti seleksi Timas dan akhirnya direkrut pelatih Fachry Husaini. Pemain gelandang tengah yang lahir pada 23 Mei 2002 ini, berhasil mencetak gol kala Indonesia menghadapi Vietnam. Dan berhasil meraih Piala AFF U-16.
Supri dan sepatu bututnya layak menjadi inspirasi anak-anak di Indonesia khususnya di Surabaya agar tetap semangat memperjuangkan cita-cita apapun kondisinya.
Reporter: Arry Saputra
Editor: Arif Ardianto
Kisah Supriadi, Pemain Timnas U-16 dan Sepatu Seharga Rp 30 Ribu
Senin, 13 Agu 2018 16:43 WIB
Reporter :
Arry Saputra
Arry Saputra
Berita Surabaya
Fakta Baru Terungkap dalam Sidang Kasus Penganiayaan di Pasar Buah Tanjungsari
BRI Region 12 Surabaya Serahkan Ambulans Baru untuk RKZ Surabaya
Buron Kasus Fidusia Rp60 M Ditangkap di Gorontalo, Dieksekusi ke Rutan Medaeng
Cak Yebe Dorong Ketahanan Pangan Kampung Lewat Program Komposter di Surabaya
Rizky Ridho Bawa Indonesia Juara ASEAN Cup 2026 di Tengah Kesibukan Skripsi
Berita Terbaru
Berjuang Bawa Nama Daerah, Atlet Popda Malang Malah Disuruh Bayar Sendiri dan Lepas Hak Bonus
Fakta Baru Terungkap dalam Sidang Kasus Penganiayaan di Pasar Buah Tanjungsari
BRI Region 12 Surabaya Serahkan Ambulans Baru untuk RKZ Surabaya
Pemkot Kediri Ajak Masyarakat Waspadai ISPA dan Influenza Tipe A
Kawal Program Strategis, Mas Dhito Beri Arahan Langsung Kepala Dinas dan Camat
Tretan JatimNow
Terpopuler
#1
Ledakan Guncang Perumahan San Antonio Mulyorejo Surabaya
#2
Pencetak Gol Timnas Indonesia, Narkoba Gerindra dan Temuan Janin
#3
Nyaris Diperkosa Senior, Mahasiswa Baru UM Selamat Setelah Kirim Shareloc ke Teman
#4
Puluhan Ruko Rusak Imbas Ledakan di Perumahan San Antonio Surabaya
#5