Pengobatan Kiai Gadungan di Ponorogo, Tukar Perhiasan jadi Rokok

Sabtu, 12 Okt 2024 18:30 WIB
Reporter :
Ahmad Fauzani
Polsek Slahung saat meminta keterangan dari warga Desa Tugurejo terkait penipuan berkedok kiai. (Foto: Polsek Slahung/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polsek Slahung turun tangan menyelidiki kasus penipuan yang menimpa dua warga Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Ponorogo. Penipuan ini dilakukan oleh seseorang yang mengaku sebagai kiai dengan menawarkan pengobatan.

"Total kerugian yang dialami kedua korban mencapai Rp14 juta. Mereka memberikan uang tunai yang kemudian ditukar dengan uang mainan dan perhiasan mereka diganti dengan rokok,” ungkap Kapolsek Slahung, AKP Pitoyo, pada Sabtu (12/10/2024).

Menurut keterangan korban, pelaku yang dikenal dengan nama Gus Wahid ini datang ke Desa Tugurejo untuk memberikan ceramah sambil mengklaim bisa menyembuhkan penyakit. 

Baca juga: Tiktoker asal Jember Diduga Ditipu Pedagang Bakso Jenglot, Rugi Rp100 Juta Lebih

Dua warga yang menjadi korban menjelaskan bahwa orang tua mereka sakit parah sehingga tidak bisa hadir ke masjid. Pelaku menawarkan untuk mengunjungi rumah korban.

“Setelah berada di rumah, pelaku menyatakan bahwa orang tua korban bisa sembuh asalkan menyiapkan uang dan perhiasan untuk disucikan,” kata AKP Pitoyo.

Baca juga: Ratusan Warga Sumenep Merasa Tertipu Kantar Group hingga Miliaran Rupiah

Korban diminta membungkus uang dan perhiasan dalam kain berwarna hijau yang bertuliskan huruf Arab, lalu menyimpannya di lemari. Dalam beberapa hari setelah itu, pelaku rutin datang ke rumah korban. Namun, pada pertemuan ketiga, pelaku tidak muncul.

\

“Setelah menunggu, korban mulai curiga dan membongkar bungkusan hijau tersebut. Betapa terkejutnya mereka saat menemukan uang mainan dan rokok, bukan uang dan perhiasan yang mereka serahkan,” tambahnya.

Walaupun demikian, korban belum melaporkan kejadian ini secara resmi kepada pihak kepolisian.

Baca juga: Korban Penipuan Penerimaan PPPK Lapor Polisi, Catut Nama Wabup Sidoarjo Terpilih

“Kami terus melakukan penyidikan lebih lanjut mengenai kasus ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus ini juga dilaporkan oleh Kepala Desa Tugurejo, Siswanto, yang menegaskan bahwa lebih banyak warga yang mungkin menjadi korban, meskipun baru dua yang melapor.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Ponorogo

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler