jatimnow.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) serius mengejar visi menjadi perguruan tinggi kelas dunia. Buktinya, ITS mengalokasikan anggaran hingga Rp 83 miliar untuk program Strategic Research Grant (SRG) 2026.
Dana tersebut akan digunakan untuk mendongkrak kinerja riset dan publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi.
Rektor ITS, Bambang Pramujati, menjelaskan bahwa SRG 2026 adalah skema hibah riset non-kompetisi yang berbasis pada kinerja keilmuan dosen. Tujuannya adalah menghasilkan riset berkualitas yang terukur dan berdampak, serta meningkatkan H-Index dosen.
Baca juga: Atasi Defisit BPJS, Mahasiswa ITS Integrasikan Gym ke Mobile JKN
"SRG 2026 diarahkan menghasilkan luaran riset yang terukur dan berdampak, tidak tersebar seperti hibah konvensional yang berbasis kompetisi," tegas Bambang.
Program ini memiliki beberapa tujuan strategis, antara lain peningkatan kualitas dan produktivitas riset dosen, penguatan kolaborasi, dan regenerasi peneliti. ITS menargetkan 1.186 proposal penelitian selesai di-review pada akhir Januari sebelum pencairan dana.
Wakil Rektor IV ITS, Agus Muhamad Hatta, merinci alokasi dana riset yang dibagi ke dalam empat tipe, mulai dari Rp 30 juta hingga Rp 100 juta, dengan target publikasi di jurnal Scopus Q4 hingga Q1.
Baca juga: Cukup Rekam Batuk, Alat Buatan ITS Ini Bisa Skrining Gejala TBC
Meskipun kinerja riset ITS secara nasional cukup baik (peringkat kedua nasional dalam jumlah proposal BIMA yang didanai pada 2025), masih ada sejumlah tantangan.
Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Fadlilatul Taufany, menyebutkan bahwa masih ada dosen yang belum memiliki H-index, tingkat sitasi publikasi ITS masih perlu ditingkatkan, dan dukungan untuk dosen S2 perlu diperkuat.
Untuk mengatasi hal ini, DRPM ITS menyediakan berbagai program pendampingan bagi dosen, seperti pelatihan penulisan proposal dan artikel ilmiah, akses premium Editage Plus, serta layanan proofreading.
Baca juga: Osmoinc, Alat Canggih Mahasiswa ITS Bikin Telur Asin Masir Tanpa Menunggu
Taufany berharap SRG 2026 dapat membantu ITS mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
"Program ini merupakan instrumen strategi yang baik untuk meningkatkan kualitas publikasi dosen dan memperkuat reputasi riset ITS," ujarnya.