Kunjungan Wisata Surabaya Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025, Didominasi Wisatawan Nusantara

Kamis, 22 Jan 2026 14:15 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Wisata Kota Lama Surabaya. (Foto: Pemkot Surabaya/jatimnow.com)

jatimnow.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat kinerja positif sektor pariwisata sepanjang 2025. Berdasarkan data Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Pahlawan mencapai 25.487.271 kunjungan, dengan mayoritas berasal dari wisatawan nusantara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan pasar domestik masih menjadi penopang utama pariwisata Surabaya.

“Dari total kunjungan tersebut, sekitar 87,8 persen merupakan wisatawan nusantara. Ini menunjukkan mobilitas masyarakat dalam negeri dan minat berwisata di dalam negeri terus meningkat, sekaligus menjadi tulang punggung pariwisata Surabaya,” ujar Herry, Rabu (21/1/2026).

Baca juga: Pemkot Diminta Lacak 239 Ribu Data Kependudukan Siluman di Surabaya

Sejumlah destinasi unggulan tercatat menjadi magnet kunjungan wisatawan sepanjang tahun lalu. Di antaranya Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, serta Kawasan Kota Lama Surabaya. Selain destinasi, berbagai agenda berskala besar juga turut berkontribusi, seperti Surabaya Vaganza dan rangkaian konser di Surabaya Expo Center (SUBEC).

Herry menjelaskan, peningkatan kunjungan wisatawan tidak terlepas dari strategi Pemkot Surabaya dalam memperkuat citra kota sebagai destinasi wisata. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program promosi dan kolaborasi lintas sektor.

“Peningkatan kunjungan wisatawan kami dorong melalui penguatan brand awareness Surabaya sebagai destinasi pariwisata, yang dibangun secara konsisten melalui program promosi dan kolaborasi strategis,” jelasnya.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyelenggaraan lomba perancangan identitas visual ‘Surabaya City of Heroes’ sebagai bagian dari upaya rebranding wajah kota agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Langkah ini diperkuat dengan pengoperasian Bus Wisata Surabaya Sightseeing and City Tour (SSCT), penyelenggaraan event di berbagai destinasi wisata, serta peluncuran Surabaya Event Calendar yang melibatkan para pemangku kepentingan pariwisata.

Baca juga: 69 Pejabat Pemkot Surabaya di Rotasi, 6 Diantaranya Kepala Dinas

Selain itu, Disbudporapar Kota Surabaya juga menggandeng berbagai pihak melalui program kolaboratif, seperti bundling event dan city tour bersama hotel, Museum Goes to School, Heroic Track, serta beragam kegiatan edukatif lainnya. Program Surabaya Holiday Super Sale (SHSS) turut digelar untuk mendorong wisata belanja dengan melibatkan pelaku usaha, hotel, restoran, online travel agent, dan pengelola destinasi wisata.

\

“Tidak hanya itu, kami juga memfasilitasi kedatangan kapal pesiar, menyelenggarakan familiarization trip bagi influencer dan pelaku industri pariwisata internasional, termasuk travel agent dari China Southern Airlines, serta melaksanakan city tour dalam kegiatan nasional seperti Munas APEKSI yang diikuti delegasi dari 98 kota dan kabupaten di Indonesia,” ungkapnya.

Promosi pariwisata Surabaya juga diperluas melalui kegiatan tabletop ke sejumlah kota potensial, seperti Makassar dan Bandung, serta kolaborasi media sosial dengan influencer pada event besar, di antaranya Surabaya Vaganza dan Festival Rujak Uleg. Berbagai strategi tersebut dinilai efektif dalam memperkuat citra Surabaya sebagai kota tujuan wisata yang aktif, kolaboratif, dan berdaya saing.

“Rangkaian strategi ini secara konsisten memperkuat posisi Surabaya sebagai destinasi wisata unggulan dan berdampak langsung pada peningkatan minat serta jumlah kunjungan wisatawan,” kata Herry.

Baca juga: Pemkot Surabaya Buka Beasiswa Penghafal Kitab Suci untuk 1.412 Pelajar

Memasuki 2026, Disbudporapar Kota Surabaya menyiapkan sejumlah strategi lanjutan untuk menjaga sekaligus meningkatkan tren positif tersebut. Fokus diarahkan pada pengembangan wisata berbasis budaya dan sejarah, penguatan kolaborasi dengan stakeholder pariwisata, serta optimalisasi pemanfaatan media digital.

“Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas destinasi, menghadirkan event yang berkelanjutan, serta memperkuat promosi dan pemasaran pariwisata, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Reporter: Fatkur Rizki

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler