jatimnow.com - Prestasi membanggakan kembali datang dari alumni Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR). Dr. Maria Apriliani Gani, S.Farm., M.Farm. berhasil menyelesaikan pendidikan doktor pada usia 24 tahun melalui program Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Kini, ia mengabdikan diri sebagai dosen di Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB).
Perjalanan akademiknya terbilang istimewa. Maria merupakan alumni Program Magister Ilmu Farmasi angkatan 2019 dan Program Doktor Ilmu Farmasi angkatan 2021. Pada kedua jenjang tersebut, ia meraih predikat lulusan terbaik.
Karier akademiknya terus berkembang dengan fokus penelitian pada sistem lokomotor, khususnya kesehatan tulang dan osteoporosis.
Berbagai penelitian yang dijalankannya telah menghasilkan publikasi ilmiah serta membuka kolaborasi riset yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu farmasi dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Keahlian tersebut membuat Maria kerap dipercaya menjadi narasumber dalam berbagai forum ilmiah yang digelar kementerian, kedutaan besar, perguruan tinggi, hingga lembaga riset.
Ia juga aktif menjadi dosen tamu di sejumlah kampus dengan materi teknik kultur sel, biomaterial, osteoporosis, penulisan artikel ilmiah, systematic review, hingga berbagi pengalaman menempuh studi lanjut.
Pengalaman internasional turut memperkaya kiprahnya sebagai akademisi muda. Pada 2022–2023, Maria mengikuti program Visiting Researcher di Institut des Sciences Chimiques de Rennes (ISCR), Université de Rennes, Prancis.
Pengalaman tersebut membawanya berbagi kisah riset di Prancis melalui undangan Kedutaan Besar Prancis serta berpartisipasi dalam kegiatan France Alumni sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya membangun jejaring akademik internasional.
Baca juga:
Rizal Umar Dobrak Stigma Apotek, Ubah Gerai Obat Jadi Pusat Edukasi
Prestasi Maria juga mendapat pengakuan di tingkat nasional. Ia baru saja terpilih sebagai penerima penghargaan For Women in Science Indonesia National Program yang diselenggarakan L'Oréal–UNESCO.
Penghargaan itu diberikan kepada perempuan peneliti Indonesia yang dinilai memiliki dedikasi dan kontribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Di balik berbagai pencapaian tersebut, Maria memegang prinsip yang selalu menjadi pedoman dalam setiap langkahnya.
"Lakukan yang terbaik pada setiap kesempatan, dan biarkan hasil mengikuti proses yang baik," tuturnya.
Baca juga:
Jangan Kalap! Ini Panduan Pola Makan Seimbang Saat Lebaran
Baginya, keberhasilan lahir dari konsistensi, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar, bukan sesuatu yang diraih secara instan.
Maria juga mengaku bangga pernah menempuh pendidikan di Fakultas Farmasi UNAIR. Menurutnya, kampus tersebut tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter ilmiah dan membuka peluang kolaborasi yang luas.
"Fakultas Farmasi Universitas Airlangga memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga. Tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga membentuk cara berpikir ilmiah dan membuka kesempatan untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak. Bekal tersebut sangat membantu saya dalam menjalankan peran sebagai peneliti dan dosen, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan kemajuan kesehatan di Indonesia," ungkapnya.
Perjalanan Maria Apriliani Gani menunjukkan bahwa usia muda bukanlah batas untuk meraih prestasi. Melalui pendidikan, riset, dan pengabdian, alumnus Farmasi UNAIR tersebut membuktikan bahwa kerja keras, kesempatan, dan konsistensi dapat mengantarkan seseorang menorehkan pencapaian di tingkat nasional maupun internasional.