jatimnow.com-Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) mengaku masih banyak desa belum ada progres untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hal ini disebabkan karena masalah ketersediaan lahan di desa.
Kepala Dinkop UM Tulungagung, Slamet Sunarto mengatakan, desa yang belum memiliki progres dalam pembangunan KDMP ini karena tidak memiliki lahan untuk diusulkan. Bahkan jika punya, luasan lahan masih di bawah 600 meter.
"Desa yang belum progres karena tidak punya lahan atau lahannya kurang dari 600 meter itu banyak di Tulungagung," ujarnya, Sabtu (24/1/2026).
Baca juga: Kado Ultah Megawati, DPC PDIP Tulungagung Tanam Pohon Kopi dan Lepas Burung
Berdasarkan data di portal Kodim Tulungagung, tercatat ada 175 desa yang sudah mengusulkan lahan untuk KDMP. Dimana 93 lahan sudah mulai dikerjakan dan 9 lahan mulai pembangunan KDMP. 175 usulan lahan KDPM ini terdiri dari 70 lahan yang berstatus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), 20 lahan milik pemkab, 13 lahan milik perhutani, 13 lahan uruk, 5 lahan perlu pengurukan dan perobahan bangunan, kemudian ada 1 lahan milik PTPN.
"Disisi lain ada 53 lahan yang diusulkan untuk KDMP tidak memenuhi kriteria. Untuk lahan yang berstatus LP2B, akan mengajukan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) kepada BPN," terangnya.
Baca juga: Pembangunan Tol Tulungagung-Kediri Berhenti, Banyak Tanah Warga Belum Terbayar
Jika melihat data di atas diketahui bahwa dari total 271 desa di Tulungagung, baru 175 desa yang mengusulkan lahan KDMP. Sedangkan 96 desa belum mengusulkan lahan untuk KDMP.
"Dari pemerintah pusat menuntut agar 271 desa harus ada KDMP," paparnya.
Baca juga: Mahasiswa dan DPC PDIP Tulungagung Tegaskan Tolak Wacana Pilkada Tak Langsung
Meski persiapan KDMP terkesan kurang matang, PT Agrinas Pangan Nusantara selaku perpanjangan tangan pemerintah pusat untuk percepatan KDMP berencana melaunching pada Maret 2026 di Tulungagung.
"Target Maret ini launching 10 pilot project KDMP di Tulungagung dari PT Agrinas," pungkasnya.