jatimnow.com - Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Jawa Timur bergerak cepat merapikan struktur organisasi pasca pelantikan pengurus di 38 kabupaten/kota.
Langkah ini menjadi fondasi awal untuk membawa domino lepas dari citra sekadar permainan pengisi waktu luang menjadi cabang olahraga prestasi yang bernaung di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Ketua Bidang Humas Pengurus Besar (PB) ORADO, Enri Kurniadi, menyatakan bahwa Jawa Timur menjadi motor penggerak penting dalam percepatan agenda nasional. Fokus saat ini tertuju pada Training of Referee (ToR) untuk melahirkan wasit-wasit berlisensi yang akan memimpin turnamen resmi.
Baca juga: Target Prestasi, ORADO Surabaya Siapkan Kompetisi Domino Resmi Maret Ini
"Kami bergerak masif karena kepengurusan sudah terbentuk di 38 provinsi. Setelah Rakerprov ini, agenda berlanjut ke Kejurcab dan Kejurprov pada April mendatang, berbarengan dengan rencana Kejurnas perdana," ujar Enri saat ditemui di Surabaya, Sabtu (28/2/2026).
Standardisasi menjadi harga mati bagi ORADO. Setiap pengadil di atas meja hijau domino wajib melalui tahapan edukasi, evaluasi, dan seleksi ketat untuk mendapatkan sertifikat resmi.
Tanpa lisensi, seorang wasit tidak diizinkan memimpin jalannya pertandingan, baik di tingkat cabang maupun nasional.
Selain urusan teknis perwasitan, ORADO mulai melirik potensi atlet muda melalui program "Semua Orang Main Domino" (SOMD). Penjaringan atlet kini menyasar kategori junior mulai usia 14 tahun.
Enri menilai domino merupakan sarana edukasi yang efektif untuk menjauhkan anak-anak dari ketergantungan gawai. Permainan ini menuntut kemampuan berhitung cepat, pemahaman probabilitas, serta ketajaman strategi.
"Daripada terus-menerus menatap layar ponsel, lebih baik anak-anak belajar strategi dan bersosialisasi. Ini olahraga yang mengasah otak sekaligus memperkuat interaksi sosial," tambahnya.
Potensi domino tidak berhenti di arena pertandingan. Sejalan dengan arahan Menpora, ORADO diproyeksikan menjadi bagian dari sport industry.
Di Jawa Timur, ekosistem ini mulai terlihat dengan munculnya produk UMKM lokal berupa meja domino khusus, merchandise, hingga jasa penyelenggara acara (event organizer).
Ketua Harian PB ORADO, Giri Bayu Kusuma, menyebutkan bahwa visi organisasi adalah menciptakan manfaat nyata bagi ekonomi kerakyatan.
"Kami mengembangkan produk mulai dari meja hingga kartu. Sektor jasanya pun luas, mulai dari penerbit gim hingga pengelola turnamen. Inilah ekosistem yang sedang kami bangun," jelas Giri.
Senada dengan itu, Sekretaris ORADO Jatim, Esti Nalurani, mengungkapkan antusiasme masyarakat yang melampaui ekspektasi.
Saat ini, tercatat lebih dari 100 calon wasit yang mendaftar, meski kuota awal dibatasi untuk 50 orang guna menjaga kualitas seleksi.
"Antusiasmenya luar biasa, bahkan sekolah menengah dan kampus-kampus sudah mulai bertanya soal penyelenggaraan turnamen. Kami sedang merapikan database atlet dan klub di tiap kecamatan agar semuanya terdata secara profesional di bawah Pengcab," pungkas Esti.