Dukung Program MBG, Indonesia Impor Sapi Perah hingga Unta dari Australia

Rabu, 15 Apr 2026 15:24 WIB
Reporter :
Dadang Kurnia
Petugas Barantin mengawasi puluhan ekor sapi yang baru didatangkan dari Australia. (Foto: Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com – Ratusan hewan ternak impor asal Australia yang baru saja mendarat di Jawa Timur langsung mendapat pengawasan super ketat dari Badan Karantina Indonesia (Barantin). Langkah karantina ini dilakukan sebagai upaya mengamankan pasokan protein hewani untuk ketahanan pangan nasional, sekaligus menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) gagasan pemerintah.

Rombongan ternak tersebut tiba di Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, menggunakan pesawat kargo khusus pada Senin (30/3/2026). Setibanya di bandara, seluruh hewan langsung dievakuasi menuju Instalasi Karantina Hewan (IKH) milik Karantina Jawa Timur di kawasan Tandes, Surabaya.

Deputi Bidang Karantina Hewan Barantin, Sriyanto, menegaskan bahwa seluruh ternak impor wajib melewati serangkaian prosedur ketat, mulai dari pemeriksaan fisik hingga uji laboratorium, sebelum dinyatakan aman dan dilepasliarkan.

Baca juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

"Seluruh tahapan pemeriksaan ini dilakukan secara komprehensif. Kami harus benar-benar memastikan hewan yang masuk dalam kondisi sehat serta terbebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK)" tegas Sriyanto.

Guna memperkaya keanekaragaman genetik dan mendongkrak produksi peternakan lokal, ternak impor yang didatangkan kali ini memiliki spesifikasi khusus. Rinciannya terdiri dari 23 ekor sapi perah, 35 ekor unta, serta 145 ekor domba jenis texel, suffolk, dan dorper.

Selama masa karantina di Tandes, tim medis memantau indikasi penyakit hewan menular strategis yang sangat diwaspadai, seperti Brucellosis, Paratuberculosis (Para TB), Enzootic Bovine Leucosis (EBL), Bovine Viral Diarrhea (BVD), hingga penyakit lato-lato atau Lumpy Skin Disease (LSD).

Baca juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

Sriyanto menambahkan, impor sapi perah ini diharapkan mampu menambal defisit produksi susu nasional. Ketersediaan susu dan daging yang melimpah, aman, dan halal merupakan kunci utama dari eksekusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat luas.

\

"Kami memastikan produk turunan dari ternak yang masuk ini dapat berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan dan pastinya aman dikonsumsi," jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur, Sokhib, membeberkan bahwa tingkat kebutuhan industri dalam negeri terhadap sapi perah memang tergolong tinggi.

Baca juga: Belasan Anak TK Jember Diduga Keracunan MBG, Satgas Minta Penutupan SPPG

Berdasarkan data sistem layanan digital Best Trust Barantin, sepanjang tahun 2025 lalu, Jawa Timur tercatat telah menerima impor sebanyak 2.863 ekor sapi perah, serta 265 ekor domba (Dorper dan Suffolk). Hal ini membuktikan bahwa impor masih menjadi strategi jangka pendek yang krusial untuk menjaga stabilitas pasokan gizi Nusantara.

"Melalui pengawasan lalu lintas hewan yang optimal, risiko masuk dan menyebarnya penyakit dari luar negeri dapat dicegah, sehingga program swasembada pangan kita tetap berjalan aman," pungkas Sokhib.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Sidoarjo

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler