jatimnow.com - Sebanyak enam Calon Jemaah Haji (CJH) asal Tulungagung dipastikan gagal menunaikan ibadah haji. Mereka meninggaldunia di tengah persiapan keberangkatan ke tanah suci.
Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tulungagung, Suryani mengatakan, selama persiapan keberangkatan ibadah haji ada enam CJH yang gagal berangkat karena meninggal dunia. Padahal sebelumnya, mereka sudah masuk dalam data kelompok terbang (kloter).
"Enam calon jemaah haji yang meninggal dunia sudah masuk dalam pembagian kloter," ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Baca juga: Rencana Penataan Stasiun Tulungagung Dimulai, Puluhan Kios Dibongkar
Biaya haji yang sudah dilunasi oleh jemaah yang meninggal dunia dapat dialihkan kepada ahli waris. Apabila tidak ada ahli waris, dapat dibatalkan dan uang akan dikembalikan.
Baca juga: Dilantik Sekda Definitif, Tri Hariadi Catatkan Sejarah di Pemkab Tulungagung
"Uang yang sudah dibayar bisa dialihkan ke ahli waris atau dikembalikan jika tidak ada ahli waris," ungkapnya.
Suryani mengungkapkan, saat ini jumlah jemaah calon haji Tulungagung yang akan berangkat ke Tanah Suci diangka 1.178 orang. Angka ini sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sampai hari keberangkatan jemaah calon haji.
Baca juga: Kecelakaan Tulungagung, Relawan Surabaya Hingga Penutupan Garasi Truk Tronton
"Perubahan data jumlah jemaah bisa terjadi karena ada yang sakit atau meninggal dunia. Bahkan jumlah jemaah bisa bertambah, jika ada kuota kosong dari kota/ kabupaten lain," pungkasnya.