jatimnow.com - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung mencatat angka kasus ratusan remaja dengan HIV/AIDS. Sebagai langkah mitigasi, mereka melakukan upaya pencegahan untuk menekan pertumbuhan angka kasus ini. Salah satunya dengan sosalisasi ke sejumlah sekolah, selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung.
Sekretaris KPA Tulungagung, Ifada Nur Rohmania mengatakan, remaja yang terinfeksi HIV/AIDS di Tulungagung jumlahnya semakin bertambah. Berdasarkan data total remaja yang terinfeksi HIV/AIDS mencapai 630 orang.
"Di Tulungagung total ada sebanyak 4.540 kasus HIV/AIDS. Sedangkan 630 kasus berasal dari remaja," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Baca juga: 138 Tahun Lalu Fosil Homo Wajakensis Ditemukan di Tulungagung
Remaja yang terinfeksi memiliki rentang usia antara 16 sampai 19 tahun. Maka dari itu penting dilakukan pencegahan untuk menekan kasus HIV/AIDS di Tulungagung.
"Kita harus melakukan pencegahan dengan edukasi. Seperti menghindari seks bebas dan menjaga privasi tubuh," terangnya.
Baca juga: Dinas Perpustakaan Tulungagung Miliki Layanan Digitalisasi Manuskrip
Edukasi juga penting untuk menjadi penyeimbang dari konten-konten di media sosial. Agar mereka tidak beranggapan bahwa perilaku yang ditampilkan pada media sosial itu benar dan dinormalisasi.
"Kalau remaja tidak diberi edukasi penyeimbang, nanti efeknya akan muncul anggapan perilaku di konten media sosial itu jadi normalisasi," jelasnya.
Baca juga: Viral di Medsos, Dharma Wanita Tulungagung Pelesir Ke Dieng Dibiayai APBD
Sebagai langkah pencegahan, KPA Tulungagung juga melakukan edukasi kepada pelajar saat momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pelajar akan diberikan edukasi tentang HIV/AIDS, kesehatan reproduksi dan kontrol diri.
"Kami datang untuk memberikan edukasi kepada pelajar. Kegiatan ini sebagai upaya pencegahan kasus HIV/AIDS yang dapat dilakukan," pungkasnya.