Indonesia Energy Week Surabaya Kembali Digelar pada Juli 2027

Selasa, 21 Jul 2026 15:37 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Kunjungan Dahlan Iskan pada stan asosiasi MKI Jawa Timur di Indonesia Energy Week Surabaya 2026. (Foto: Humas IEW for jatimnow.com)

jatimnow.com - Indonesia Energy Week (IEW) Surabaya 2026 menutup penyelenggaraan perdananya dengan capaian lebih dari 9.700 pengunjung profesional dan kehadiran lebih dari 200 peserta pameran dari 17 negara. Ajang yang berlangsung selama empat hari itu dinilai memperkuat kolaborasi sektor energi, utilitas, manufaktur, hingga agrikultur di Indonesia Timur sekaligus membuka peluang bisnis baru bagi pelaku industri.

Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, mengatakan antusiasme peserta dan pengunjung menunjukkan Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan industri energi dan utilitas.

"Selama empat hari penyelenggaraan kolokasi ketiga pameran ini, kami menghadirkan lebih dari 200 exhibitor dari 17 negara dan menerima lebih dari 9.700 pengunjung profesional. Capaian ini menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan industri energi dan utilitas bersama perkembangan sektor manufaktur dan agrikultur di kawasan timur Indonesia," ujar Hanung.

Baca juga: Indonesia Energy Week Resmi Digelar di Surabaya hingga 18 Juli

Indonesia Energy Week Surabaya digelar bersamaan dengan Manufacturing Surabaya edisi ke-20 dan Growtech Indonesia. Melalui konsep kolokasi, penyelenggara mempertemukan pelaku industri dari berbagai sektor dalam satu ekosistem bisnis untuk mempercepat adopsi teknologi, memperluas jejaring, dan mendorong kolaborasi.

Di bawah payung Indonesia Energy Week Surabaya, sejumlah agenda seperti Electric & Power Surabaya, Water Indonesia Surabaya, Surabaya Electric Forum, dan Workshop PERPAMSI menghadirkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga asosiasi untuk membahas tantangan dan peluang pengembangan sektor ketenagalistrikan, utilitas, dan pengelolaan air.

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang turut mengunjungi pameran menilai ajang tersebut menghadirkan berbagai inovasi teknologi yang relevan dengan perkembangan industri kelistrikan nasional.

"Saya melihat pameran ini menghadirkan perkembangan teknologi yang sangat lengkap, mulai dari teknologi instalasi kabel hingga sistem pemantauan gardu induk yang memungkinkan deteksi gangguan lebih cepat. Saya berharap Indonesia Energy Week Surabaya dapat terus diselenggarakan setiap tahun," katanya.

Selain menjadi etalase teknologi, pameran juga menghasilkan peluang kerja sama bisnis melalui program Business Matching. Selama empat hari penyelenggaraan, tercatat 183 sesi pertemuan bisnis yang mempertemukan peserta pameran dengan perusahaan dari sektor pertambangan, manufaktur, properti, hingga utilitas air.

Beberapa perusahaan yang mengikuti program tersebut antara lain PT Kaltim Prima Coal, PT Sidomulyo Elektrik Indonesia, Pakuwon Mall, BESS Mansion, E-Lead Engineering, Multindo, Perumda Air Minum Tirta Buana, Perumda Tirta Dharma Purbaya Kabupaten Madiun, serta PDAM Delta Tirta.

Digital Sales Manager Hokione.id (PT Mitra Cipta Hardi Elektrindo), Nicodemus, mengatakan karakteristik pengunjung di Surabaya sesuai dengan target pasar perusahaannya.

Baca juga: Manufacturing Surabaya 2026 Hadirkan Inovasi Manufaktur dan Peluang Investasi

Menurut dia, mayoritas pengunjung berasal dari sektor manufaktur, pemasok, hingga pengguna akhir industri sehingga membuka peluang memperoleh pelanggan baru yang belum tentu dijangkau melalui pameran di Jakarta.

\

Hal senada disampaikan Business Development Executive PT Multi Daya Mitra, Rofiq Hidayat. Ia menilai program Business Matching memberikan kesempatan bertemu langsung dengan pengguna industri yang selama ini sulit dijangkau melalui jalur distribusi konvensional.

"Melalui pameran ini kami bisa menunjukkan berbagai solusi teknologi kepada berbagai sektor sekaligus membuka peluang bertemu segmen pelanggan baru yang sebelumnya belum kami sentuh," ujarnya.

Surabaya juga dinilai memiliki posisi strategis sebagai gerbang menuju Indonesia Timur yang tengah mengalami pertumbuhan kebutuhan energi seiring berkembangnya kawasan industri.

Manager Sales & Account Executive PLN Indonesia Power, Dodid Palupi, mengatakan wilayah Jawa Timur hingga Indonesia Timur memiliki potensi besar untuk pengembangan energi, terutama energi surya, sehingga membutuhkan lebih banyak solusi energi yang efisien dan berkelanjutan.

Baca juga: Manufacturing Surabaya 2026 Perkuat Ekosistem Industri Timur Indonesia

"Kehadiran Indonesia Energy Week Surabaya memberikan kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan solusi yang relevan dengan kebutuhan kawasan tersebut," katanya.

Melihat respons positif dari pelaku industri, Pamerindo Indonesia memastikan Indonesia Energy Week Surabaya akan kembali digelar pada 14–17 Juli 2027. Penyelenggaraan berikutnya diharapkan semakin memperkuat konektivitas antara pusat-pusat pertumbuhan industri regional dengan ekosistem industri nasional.

Sebelum kembali ke Surabaya tahun depan, rangkaian Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 akan berlanjut di Jakarta. Pada 2–5 September 2026 akan digelar Electric & Power Indonesia, The Battery Show Asia–Indonesia, dan Data Center Asia Indonesia.

Selanjutnya, pada 9–12 September 2026, JIExpo Kemayoran menjadi lokasi penyelenggaraan Construction Indonesia, Mining Indonesia, Concrete Show South East Asia, Water Indonesia, GIFA–METEC Indonesia, serta ADEXCO.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler