jatimnow.com - Keberadaan jembatan apung yang menghubungkan Desa Tamban Kecamatan Pakel dengan Desa Gamping Kecamatan Campurdarat Tulungagung sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Mereka dapat memangkas waktu perjalanan lebih cepat dengan menggunakan jembatan kayu ini. Jembatan apung ini merupakan milik swasta yang dibangung dengan uang pribadi. Untuk melewatinya warga rela membayar sesuai tarif yang telah ditentukan.
Salah seorang penjaga jembatan apung, Susianto mengatakan jembatan ini baru beroperasi sekitar sebulan lalu. Jembatan dengan panjang mencapai 90 meter ini berbahan kayu dan menggunakan tong plastik sebagai pengapungnya. Meskipun terlihat sederhana namun jembatan tersebut diklaim sangat kuat untuk dilewati kendaraan.
"Sebelumnya sudah dilakukan uji coba, untuk kemanannya cukup kuat, tapi jembatan ini hanya bisa dilalui oleh motor, sepeda dan kendaraan roda tiga saja," ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Baca juga: Sulit Cari Siswa, Jumlah Rombel SD di Sekolah Rakyat Tulungagung Berkurang
Pengelola jembatan apung ini memasang tarif senilai Rp2 ribu untuk sepeda motor sekali lewat. Sedangkan bagi pesepeda dan jalan kaki dikenakan tarif Rp1 ribu. Jembatan penghubung dua desa di dua kecamatan ini sangat dibutuhkan bagi warga. Sebelumnya mereka rata-rata harus memutar hingga sejauh 5 kilometer. Namun kini perjalanan dapat dipangkas lebih cepat.
Baca juga: Ngamuk Sambil Bawa Sajam, Pria Asal Trenggalek Diamankan Polisi Tulungagung
"Yang lewat biasanya petani, pedagang, pelajar maupun yang mau berolahraga, biasanya ramai Sabtu dan Minggu," terangnya.
Salah seorang warga, Siti mengaku sangat terbantu dengan keberadaan jembatan apung ini. Sebelumnya untuk pergi ke Desa Gamping, Siti memerlukan waktu hingga 10 menit. Kini dengan melewati jembatan apung perjalanan hanya memakan waktu 2 menit saja.
Baca juga: 1.243 Calon Jemaaah Haji Asal Tulungagung Berangkat Tahun Depan
"Sangat terbantu biasanya memutar melewati Campurdarat sekarang tidak perlu, dua menit sudah sampai," pungkasnya.