jatimnow.com – Guna memastikan masyarakat dapat merayakan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tanpa gangguan kelistrikan, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) bergerak cepat melakukan pemeliharaan preventif di sejumlah Gardu Induk (GI) strategis.
Langkah ini merupakan komitmen PLN dalam menghadirkan pasokan listrik yang aman, andal, serta berkelanjutan di wilayah Jawa Timur, khususnya menjelang hari bersejarah nasional tersebut.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa serangkaian pemeriksaan ini bukanlah sekadar rutinitas biasa, melainkan kebutuhan strategis perusahaan untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini dan menjaga performa peralatan di level optimal.
Baca juga: Sulap Sampah Jadi Pengganti Batu Bara PLTU, PLN Bangun Fasilitas RDF Biomassa
"Dengan semangat kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, PLN UIT JBM terus memberikan kontribusi terbaik. Kami berkomitmen menghadirkan penyaluran tenaga listrik yang aman dan andal bagi masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran seluruh rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan di Jawa Timur dan Bali," tegas Ika, Kamis (30/7/2026).
Berdasarkan data operasional, proses pemeliharaan yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Transmisi di bawah naungan UIT JBM ini tersebar di tujuh titik vital. Meliputi GI 150 kV Nganjuk II, GI 150 kV Situbondo, GI 150 kV Bumicokro, GI 70 kV Caruban, GI 150 kV Segoromadu, GI 150 kV Paciran, dan GI 150 kV Kupang.
Baca juga: PLN Luncurkan Program LARAS, Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Cuan
Pemeriksaan berkala di lokasi-lokasi tersebut menjadi garda terdepan untuk memastikan seluruh peralatan transmisi tegangan tinggi siap beroperasi 100 persen mendukung aktivitas masyarakat.
Selain memastikan keandalan peralatan, Ika menyoroti bahwa seluruh pekerjaan di lapangan wajib mengedepankan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tanpa kompromi. PLN UIT JBM menargetkan pencapaian Zero Accident (Nihil Kecelakaan) di setiap aktivitas operasi.
Baca juga: Gandeng Akademisi, PLN Edukasi Petani Gresik Gunakan Teknologi Sensor Pertanian
Setiap tahapan pekerjaan di instalasi tegangan tinggi harus melalui serangkaian protokol ketat, mulai dari safety briefing, hazard identification (identifikasi potensi bahaya), penerapan Job Safety Analysis (JSA), hingga kewajiban penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) berstandar tinggi.
"Tidak ada yang lebih berharga dari keselamatan pekerja itu sendiri. Penerapan disiplin prosedur dan kepatuhan terhadap SOP Keselamatan Ketenagalistrikan adalah prioritas utama. Kami meyakini, keandalan sistem hanya dapat terwujud apabila seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengutamakan aspek keselamatan kerja," pungkas Ika.