Teater Koma Pentaskan Lagi Rumah Sakit Jiwa Setelah 35 Tahun

Kamis, 30 Jul 2026 17:44 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Teater Koma kembali mementaskan Rumah Sakit Jiwa setelah 35 tahun dengan interpretasi baru yang mengangkat isu kemanusiaan dan relasi kuasa. (Foto: Teater Koma for jatimnow.com)

jatimnow.com - Setelah 35 tahun sejak pementasan perdananya, Teater Koma kembali menghadirkan lakon Rumah Sakit Jiwa dengan pendekatan artistik yang lebih segar. Pertunjukan yang menjadi produksi ke-237 kelompok teater tersebut mengajak penonton merefleksikan persoalan kemanusiaan, relasi kuasa, dan kesehatan mental yang dinilai tetap relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

Pementasan hasil kolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation itu digelar pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Meski menggunakan naskah karya almarhum N. Riantiarno, produksi terbaru menghadirkan eksplorasi visual, musik, tata panggung, multimedia, serta pendalaman karakter yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation Billy Gamaliel mengatakan, kembalinya Rumah Sakit Jiwa menunjukkan semangat regenerasi dan eksplorasi kreatif yang terus hidup di Teater Koma.

Baca juga: Mulai Lagu Ibu Sud hingga Musikal, Galeri Indonesia Kaya Buka Ruang Kreatif Anak

Menurutnya, dukungan terhadap pementasan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem seni pertunjukan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif agar teater Indonesia semakin berkembang dan dekat dengan masyarakat.

Lakon Rumah Sakit Jiwa mengisahkan Rogusta, seorang dokter muda yang berupaya menerapkan pendekatan penuh empati dalam merawat pasien di rumah sakit jiwa yang dipimpin Profesor Sidarta. Gagasannya justru memicu benturan dengan sistem yang telah lama mengakar dan pihak-pihak yang merasa kekuasaannya terancam.

Melalui konflik tersebut, penonton diajak mempertanyakan apakah manusia masih mampu memperlakukan sesamanya sebagai manusia ketika kehidupan dipenuhi ketakutan, prasangka, dan perebutan kuasa.

Produser Teater Koma Ratna Riantiarno menegaskan, meski menggunakan naskah yang sama dengan pementasan tahun 1991, produksi kali ini bukan sekadar mengulang pertunjukan lama.

"Dunia yang berbeda menghadirkan tantangan sekaligus peluang untuk menafsirkan kembali naskah ini dengan kreativitas baru tanpa terbebani pementasan sebelumnya," ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa Indonesia Borong Penghargaan di EuroMUN 2026 Belanda

Perubahan konteks sosial, perkembangan teknologi, hingga meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental menjadi bagian dari pembacaan ulang yang melahirkan pendekatan artistik baru.

\

Di balik kisahnya, Rumah Sakit Jiwa juga memiliki sejarah penting dalam perjalanan Teater Koma. Naskah tersebut lahir setelah kelompok teater itu mengalami sejumlah pencekalan pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an. Berangkat dari berbagai persoalan sosial yang berkembang saat itu, N. Riantiarno merumuskan sebuah cerita yang berbicara tentang manusia, kekuasaan, dan harapan akan perubahan.

Sutradara Rangga Riantiarno menjelaskan proses kreatif produksi tidak berhenti pada pembacaan naskah. Para pemain melakukan observasi ke rumah sakit jiwa, berdiskusi dengan psikolog klinis dan psikiater, serta mempelajari berbagai referensi kesehatan mental agar karakter yang dimainkan dibangun dengan empati.

Dari total 115 orang yang terlibat dalam produksi, hanya enam pemain yang pernah tampil dalam pementasan Rumah Sakit Jiwa pada 1991. Selebihnya merupakan generasi baru Teater Koma yang menghadirkan sudut pandang berbeda dalam menghidupkan karakter-karakter di atas panggung.

"Harapannya, penonton tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga pulang membawa refleksi untuk terus memperlakukan manusia lain sebagai manusia," kata Rangga.

Pengalaman artistik juga diperkuat melalui tata panggung bertingkat yang merepresentasikan hierarki dan relasi kuasa antartokoh, dipadukan dengan tata cahaya, multimedia, komposisi musik karya Fero A. Stefanus, serta rancangan kostum Samuel Wattimena dan Rima Ananda yang menggambarkan kondisi psikologis setiap karakter.

Pementasan berlangsung setiap pukul 19.30 WIB, dengan jadwal tambahan pada Sabtu (1 Agustus) dan Minggu (2 Agustus) pukul 13.30 WIB di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.

 

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler