Pixel Code jatimnow.com

Omah Ndalung Gelar Kelas Event Organizer untuk Kawula Muda Jember

Editor : Yanuar D   Reporter : Sugianto
Kelas EO bagi para kawula muda. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Kelas EO bagi para kawula muda. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Keresahan terhadap pengelolaan sejumlah event anak muda di Jember mendorong Omah Ndalung menggelar kelas Event Organizer (EO). Kelas ini ditujukan bagi pemula yang ingin serius menekuni industri event, baik sebagai profesi maupun bisnis.

Kelas tersebut digelar di salah satu ruangan FISIP Universitas Jember. Founder Omah Ndalung, Alifian Rizzalul Ahmad, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi para EO muda agar lebih matang dalam merencanakan dan menghitung kebutuhan sebuah acara.

“Jadi ini bentuk keresahan kami para event. Kita bersama EO yang lain di Jember, bersama-sama sepakat iklim event di Jember sedang resah. Karena ada beberapa event anak muda di Jember, sepertinya kurang melakukan perhitungan yang matang sehingga ada kasus yang mana panitia harus merugi,” ungkapnya.

Menurut Fian, kondisi tersebut dapat terjadi ketika penyelenggara tidak melakukan perhitungan secara detail sejak awal. Akibatnya, panitia harus menanggung kerugian setelah acara selesai.

“Akibatnya harus menanggung kerugian acara-acara yang tidak dihitung dengan teliti atau detail, sehingga menurut kami ini penting kalau mengadakan kelas EO,” sambungnya.

Melalui kelas tersebut, para EO muda diharapkan memiliki dasar pengetahuan yang cukup sebelum memproduksi sebuah event. Mereka akan dibekali pemahaman mengenai perencanaan hingga perhitungan anggaran agar tidak mengambil keputusan secara sembarangan.

“Jadi tidak ngawur saat melakukan event. Kelas event ini, kami akan memberikan pengetahuan,” jelasnya.

Fian menilai keberhasilan sebuah event tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan mendatangkan artis nasional atau membangun panggung berukuran besar.

Baca juga:
Aneh, Oknum Calon Penonton Tour Dewa 19 Adukan EO Meski Sudah Terima Refund Tiket

Menurutnya, sebuah event dapat dikatakan sukses ketika memiliki konsep yang matang, perencanaan yang baik, ide yang jelas, serta perhitungan yang tepat dan sesuai dengan pelaksanaan di lapangan.

“Artis besar belum tentu rame dan belum tentu target juga. Jadi yang dirugikan bisa panitia,” kisahnya.

Dalam kelas tersebut, peserta mendapatkan materi mulai dari pengenalan industri event hingga teknis penyelenggaraan. Materi yang diberikan antara lain cara menghitung kebutuhan event, mengenal berbagai bidang dalam industri event, pembagian tim, hingga gambaran pekerjaan di dunia EO.

“Dengan kelas ini, kami berharap output yang ikut kelas dipastikan bisa bekerja bersama teman-teman EO di Jember,” bebernya.

Baca juga:
70 Event Organizer Bersama Polda Jatim Bahas Prosedur Perizinan

Fian berharap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki dasar yang cukup untuk bekerja di industri event. Menurutnya, kelas tersebut dapat menjadi salah satu cara membentuk tenaga muda yang memiliki kemampuan dasar di bidang penyelenggaraan acara.

Kelas EO tersebut rencananya akan digelar secara rutin setiap tahun. Dengan demikian, Omah Ndalung dapat turut menyiapkan calon tenaga kerja yang memiliki pemahaman dasar mengenai industri event.

“Saya berpesan, jangan terlalu ambisius untuk melakukan event-event yang ukurannya sebatas artis nasional, karena jika tidak dihitung dengan bijak, maka pasti akan ada korban yang akan dirugikan dan ini bisa trauma,” ujarnya.