jatimnow.com - BINUS Malang kembali mempertemukan dunia akademik dan industri melalui Naraloka 2026, pameran tugas akhir mahasiswa Program Studi Interior Design yang menampilkan beragam konsep desain berorientasi sustainable, smart living, dan penguatan local content.
Ajang tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kesiapan memasuki dunia profesional sekaligus menjawab kebutuhan industri desain yang terus berkembang.
Pameran yang berlangsung di Lobby & Art Gallery BINUS Malang itu tidak hanya menjadi etalase karya mahasiswa, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan akademisi, pelaku industri, asosiasi profesi, dan masyarakat.
Baca juga: BINUS Malang Wisuda 398 Lulusan Siap Jadi Digital Technopreneur
Sebagai bagian dari komitmen BINUS Malang sebagai Digital Technopreneur Campus, Naraloka menghadirkan karya yang memadukan kreativitas, pemanfaatan teknologi, serta pemahaman terhadap kebutuhan industri.
Berbagai rancangan yang dipamerkan menunjukkan bagaimana mahasiswa mengembangkan solusi desain yang tidak hanya mengutamakan estetika, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan kebutuhan pengguna.
Direktur BINUS Malang, Robertus Tang Herman, mengatakan Naraloka menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di kampus telah mampu menghasilkan karya yang relevan dengan tantangan dunia kerja.
"Melalui NARALOKA, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa BINUS Malang tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan industri. Sebagai Digital Technopreneur Campus, kami terus mendorong mahasiswa menciptakan solusi inovatif yang memiliki nilai keberlanjutan dan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Head of Interior Design BINUS Malang, Ira Audia Agustina, menambahkan bahwa pameran tersebut menjadi tahap penting bagi mahasiswa untuk menguji kompetensi sebelum memasuki dunia profesional.
Menurutnya, Naraloka bukan sekadar ajang memamerkan hasil tugas akhir, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan gagasan, menjelaskan proses perancangan, serta memperoleh masukan langsung dari praktisi, asosiasi profesi, dan mitra industri.
"Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memperluas perspektif terhadap standar dan dinamika industri. Mereka tidak hanya belajar mempertahankan keputusan desain, tetapi juga memahami bahwa setiap rancangan harus mampu menjawab kebutuhan pengguna, konteks sosial dan budaya, aspek teknis, perkembangan teknologi, hingga prinsip keberlanjutan," kata Ira.
Ia menilai industri desain interior kini menuntut kompetensi yang lebih luas. Selain kemampuan visual dan teknis, desainer masa depan dituntut mampu berpikir kritis, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, bekerja lintas disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan masyarakat.
Naraloka juga diharapkan memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan dunia industri. Interaksi yang terbangun selama pameran membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan, evaluasi profesional, hingga peluang kolaborasi dan karier.
Ke depan, BINUS Malang menargetkan Naraloka menjadi agenda tahunan yang konsisten menghadirkan inovasi karya mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, kampus berharap dapat terus melahirkan talenta desain interior yang adaptif, berdaya saing, serta mampu menghadirkan solusi berkelanjutan bagi kebutuhan masyarakat dan industri.