jatimnow.com – Seorang penumpang Kapal Motor (KM) Dharma Rucitra VII rute Surabaya menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan meninggal dunia secara mendadak di tengah perjalanannya. Insiden memilukan ini memicu operasi evakuasi medis darurat (medevac) oleh tim Search and Rescue (SAR) Surabaya di perairan Karang Jamuang, Gresik.
Korban tewas diketahui bernama Abraham X, pria berusia 38 tahun asal Sika, NTT. Petaka bermula saat korban mengeluhkan sakit magh akut yang tiba-tiba berujung pada hilangnya kesadaran hingga akhirnya korban mengembuskan napas terakhirnya di atas kapal.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, memaparkan bahwa laporan krusial ini pertama kali diterima dari Vessel Traffic Service (VTS) pada pagi buta sekitar pukul 05.25 WIB.
Baca juga: Cari Bangkai KMP Mutiara Sentosa II, Kapal Penyelamat dan Helikopter Dikerahkan ke Utara Madura
“Begitu mendapat laporan darurat, kami langsung menerjunkan satu tim rescue taktis menggunakan kapal KN SAR 249 Permadi dari Dermaga Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak untuk segera memotong rute KM Dharma Rucitra VII,” tegas Nanang.
Proses pemindahan jenazah dari kapal penumpang raksasa ke kapal penyelamat di tengah laut tentu menuntut kesigapan tinggi dari para personel.
Pukul 11.18 WIB, armada KN SAR 249 Permadi berhasil menyusul dan mendekati titik kordinat KM Dharma Rucitra VII.
Baca juga: Tewas Hirup Gas Beracun di Palka Kapal Hamdan 1, Dua ABK Dievakuasi Tim SAR Gabungan
Tim penyelamat harus melakukan manuver sandar antarkapal (tender) selama kurang lebih 15 menit. Kondisi perairan terbuka menuntut kehati-hatian ekstra agar pemindahan berjalan aman.
Jenazah korban akhirnya berhasil dipindahkan ke kapal SAR. Tragisnya, perjalanan pulang ini turut didampingi oleh anak korban yang ikut dalam pelayaran naas tersebut.
Setelah operasi di lautan rampung, KN SAR Permadi memutar haluan kembali menuju daratan Kota Pahlawan. Tepat pukul 14.00 WIB, kapal penyelamat ini sukses merapat di Dermaga Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Baca juga: Dua Penggali Sumur di Trenggalek Tewas Tertimbun Tanah dan Batu
Setibanya di darat, jenazah Abraham langsung diserahterimakan secara resmi kepada operator pelayanan kapal, PT. Dharma Lautan Utama (PT. DLU), serta pihak keluarga korban yang menanti dengan duka cita.
Prosesi penyerahan ini dikawal dan disaksikan langsung oleh otoritas terkait, meliputi KSOP Tanjung Perak, Balai Besar Karantina Kesehatan Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dan Polairud Polda Jatim.
Setelah seluruh prosedur serah terima jenazah rampung, KN SAR 249 Permadi dipulangkan ke Dermaga Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak untuk kembali dalam status stand by siaga bencana.