jatimnow.com - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mencatat semakin beragamnya latar belakang daerah mahasiswa baru pada tahun akademik 2026.
Sebanyak 3.160 mahasiswa baru dari berbagai penjuru Indonesia mengikuti hari kedua Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Rabu (26/8/2026).
Mengusung tema Empowering Global Generation, kegiatan PKKMB memperlihatkan luasnya jangkauan Untag Surabaya dalam menarik mahasiswa dari luar Jawa Timur. Peserta datang dari berbagai wilayah Indonesia, mulai Sabang hingga Merauke.
Baca juga: PKKMB Untag Surabaya 2026 Jadi Gerbang Kehidupan Kampus
Wakil Rektor II Untag Surabaya Supangat mengatakan keberagaman mahasiswa bukan fenomena baru bagi kampus yang berdiri dengan jumlah mahasiswa jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi saat ini.
“Berawal dari saat awal berdiri, kampus ini hanya memiliki 80 mahasiswa. Namun, kini memiliki sekitar 15.000 mahasiswa aktif yang berasal dari segala daerah di Indonesia,” kata Supangat.
Menurut dia, pertumbuhan jumlah mahasiswa sekaligus mencerminkan semakin luasnya akses pendidikan tinggi yang diberikan Untag Surabaya.
Kampus juga menyiapkan sejumlah agenda pengembangan untuk memperkuat daya saing di tingkat global.
Supangat menyebut internasionalisasi menjadi salah satu arah pengembangan Untag Surabaya. Kampus juga akan memperkuat penerapan konsep eco-campus sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membangun lingkungan perguruan tinggi yang berkelanjutan.
Baca juga: PKKMB Untag Surabaya, Wakil Kepala Stasiun Tewas, Polemik KDMP di Jember
“Untag Surabaya akan kami arahkan pada penguatan internasionalisasi dan penerapan konsep eco-campus. Hal ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan kampus yang berkelanjutan,” ujarnya.
Keragaman mahasiswa baru salah satunya terlihat dari kehadiran Meyor Apner Antoh, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika yang berasal dari Kota Sorong, Papua.
Meyor mengaku mengenal Untag Surabaya melalui media sosial. Setelah menggali informasi mengenai program studi dan reputasi akademik kampus, dia memutuskan melanjutkan pendidikan di Surabaya.
“Saya memilih Untag Surabaya awalnya karena media sosialnya. Setelah saya cari-cari, ternyata banyak program studi unggul dan reputasi akademiknya bagus. Jadi, saya memilih berkuliah di sini,” ungkap Meyor.
Baca juga: Ribuan Mahasiswa Baru Untag Surabaya Padati Graha Widya Jelang PKKMB
Mahasiswa baru dari luar Jawa juga tersebar di sejumlah fakultas. Pada Fakultas Kedokteran, misalnya, terdapat tujuh mahasiswa baru yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dari sisi peminatan, Program Studi Manajemen menjadi prodi dengan jumlah pendaftar mahasiswa baru terbanyak pada tahun ini.
Untag Surabaya juga menerima sejumlah mahasiswa internasional yang bergabung sebagai mahasiswa baru.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa pilihan terhadap Untag Surabaya tidak lagi terbatas pada mahasiswa dari wilayah sekitar kampus. Arus mahasiswa dari berbagai daerah sekaligus menjadi modal bagi kampus untuk membangun lingkungan akademik yang lebih beragam dan mendukung agenda internasionalisasi.