Pixel Code jatimnow.com

Gus Kikin Dinilai Kompeten Jadi Ketum PBNU: Sosoknya Teduh dan Tidak Gaduh

Editor : Ni'am Kurniawan  
Pengasuh Ponpes Tebuireng Gus Kikin (dok.jatimnow.com)
Pengasuh Ponpes Tebuireng Gus Kikin (dok.jatimnow.com)

jatimnow.com – Di tengah riuh bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, satu nama mencuat dengan tenang sosok nama KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. 

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur ini dinilai sebagai figur yang kian menguat menuju pemilihan.

Gus Kikin merupakan cicit pendiri NU, KH M. Hasyim Asy’ari. Ia dipercaya melanjutkan kepemimpinan Tebuireng setelah wafatnya KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). 

Proses suksesi berlangsung hati-hati, bahkan sejak 2016 Gus Sholah telah menyiapkan dirinya melalui musyawarah keluarga besar keturunan Hasyim Asy’ari. 

Tebuireng baginya bukan sekadar pesantren, melainkan penjaga sanad keilmuan dan tradisi NU.

Kiprah Gus Kikin meluas ke organisasi. Ia pernah menjabat Penjabat Ketua PWNU Jawa Timur menggantikan KH Marzuqi Mustamar, sebelum terpilih sebagai Ketua PWNU Jawa Timur periode 2024–2029. 

Pengalaman memimpin organisasi, mengelola pesantren, serta rekam jejak di dunia usaha membuatnya dipandang memahami dua dunia sekaligus,  keumatan dan kebangsaan, spiritualitas dan ekonomi.

Penilaian positif datang dari kalangan kiai. KH A Junaidi Hidayat, pengasuh Pondok Pesantren Al Aqobah International School Jombang, menilai Gus Kikin memiliki kapasitas utuh. 

Baca juga:
Dinamika Muktamar, Nasarudin Umar Disebut Mundur dari Menag RI, Ini Faktanya

"Pemimpin NU harus punya kemampuan keilmuan sekaligus manajerial, jaringan, ekonomi, dan pendidikan. Gus Kikin punya itu semua, bahkan pernah mengelola media televisi,” ujarnya.

Pada Juli 2026, PWNU Jawa Timur bersama PCNU se-Jawa Timur sepakat menugaskan Gus Kikin maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Wakil Rais PWNU Jatim, KH Abdul Matin Djawahir, menegaskan penugasan itu murni keputusan bersama. 

“Ini bukan keinginan pribadi beliau. Semua PCNU satu garis mengusung kiai. Selain dzurriyah KH Hasyim Asy’ari, Gus Kikin juga berpengalaman hingga PBNU. Sosoknya teduh, tidak gaduh, dan mementingkan ukhuwah,” katanya.

Menanggapi mandat tersebut, Gus Kikin menegaskan sikap sederhana. Ia menyatakan siap jika dipercaya muktamirin, sembari terus menjalin silaturahmi ke berbagai pesantren dan tokoh tanpa gemerlap kampanye.

Baca juga:
Tokoh Muda NU Jatim Dorong Muktamar ke-35 Bebas Politik Transaksional

"Ini amanah, bukan niat pribadi," ucap Gus Kikin.

Gagasan yang ia usung berpijak pada penguatan kembali Qanun Asasi sebagai dokumen dasar NU, serta NU yang berlandaskan adab dan politik kebangsaan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga sanad keilmuan dan persatuan di tengah tantangan zaman.

Gus Kikin hadir sebagai harapan baru kepemimpinan NU, lahir dari rahim pesantren, membawa darah pendiri, berdiri bersih dari kontroversi, dan menjaga muruah organisasi di tengah dinamika internal. Dari Tebuireng, ia membawa amanah untuk NU memasuki abad kedua.