jatimnow.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat sinergi dengan Nahdlatul Ulama (NU) untuk meningkatkan literasi dan penetrasi keuangan syariah di Indonesia. Kolaborasi diarahkan pada penguatan ekonomi umat, pemberdayaan pesantren, serta perluasan akses terhadap layanan perbankan syariah berbasis digital.
BSI menilai NU memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah karena memiliki jaringan kelembagaan dan basis pesantren yang luas di berbagai daerah.
Sinergi BSI dan NU mencakup pengembangan ekosistem kelembagaan, pembiayaan produktif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas serta pesantren. Selain pembiayaan, BSI menyiapkan pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Baca juga: BSI Cetak Rekor Baru, Jumlah Nasabah Capai 24,3 Juta
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan momentum Muktamar NU ke-35 menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi kedua pihak dalam mendorong kemajuan umat dan ekonomi nasional.
“Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, NU memiliki peran strategis dalam menghadirkan gagasan dan ide-ide inspiratif yang dapat mendorong kemajuan umat sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Anggoro.
Ia berharap sinergi BSI dan NU terus berkembang sehingga memberikan kontribusi nyata bagi terbentuknya ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan kuat.
Penguatan ekosistem pesantren menjadi salah satu fokus BSI. Bank syariah tersebut mengembangkan sejumlah layanan untuk membantu pesantren meningkatkan tata kelola keuangan sekaligus memperluas aktivitas ekonomi di lingkungan masing-masing.
Baca juga: Spektakuler, Relawan BUMN Kibarkan Bendera 81 Meter di Aceh Tamiang
Salah satunya melalui pemanfaatan layanan cash management untuk mendukung pengelolaan keuangan pesantren. BSI juga mengoptimalkan jaringan BSI Agen agar transaksi dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat bergerak lebih dekat di tingkat lokal.
Di sisi digital, BSI mendorong pemanfaatan BYOND by BSI, platform mobile banking yang memungkinkan civitas pesantren mengakses berbagai layanan perbankan secara digital.
BSI memandang pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Baca juga: Prabowo Apresiasi Bank Emas BSI, Nasabah Bullion Melonjak 700 Persen
Hingga saat ini, BSI dipercaya mengelola layanan keuangan bagi lebih dari 14.000 pesantren di seluruh Indonesia. Sekitar 23,9 persen di antaranya berada di Jawa Timur, salah satu wilayah dengan basis pesantren terbesar di Indonesia.
Besarnya jaringan tersebut menjadi modal bagi BSI untuk memperluas penggunaan layanan keuangan syariah sekaligus mendorong pesantren agar semakin mandiri secara ekonomi.
Melalui kolaborasi dengan NU, BSI menargetkan manfaat ekonomi syariah dapat menjangkau lebih banyak pesantren, UMKM, komunitas, dan masyarakat secara berkelanjutan.