jatimnow.com – Dampak keracunan diduga karena menu MBG di Kabupaten Sidoarjo ternyata belum usai. Pada Rabu (2/9/2026) pagi, sebanyak enam santri kembali dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo akibat keluhan kesehatan yang memburuk.
Kasubag Humas dan Pemasaran RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Rizqi Maulana Hadi, mengonfirmasi adanya penambahan jumlah pasien dari pondok pesantren yang sama tersebut. Keenam santri ini tiba di rumah sakit sekitar pukul 08.00 WIB hingga 09.00 WIB.
"Update terbaru pagi ini ada tambahan enam pasien dari ponpes tersebut. Kondisi dan gejalanya sama dengan yang lain, yakni mengalami diare dan dehidrasi," ujarnya.
Baca juga: PGN Perkuat Edukasi Keamanan Jargas di Sidoarjo-Mojokerto
Dengan masuknya enam pasien baru pada pagi ini, total santri korban keracunan yang saat ini berada di RSUD R.T. Notopuro bertambah menjadi 11 orang.
Baca juga: Curi Motor di Trenggalek, Pasutri Asal Sidoarjo Ditangkap Polisi
Enam santri saat ini masih menjalani observasi intensif di ruang IGD pasca-pemberian obat. Tim medis membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 jam untuk melihat reaksi obat sebelum memutuskan apakah pasien diperbolehkan pulang atau harus dirawat inap.
Adapun lima santri masih berada di kamar perawatan sejak kemarin. Kondisinya dilaporkan sudah cukup membaik, namun belum diizinkan pulang karena masih membutuhkan pantauan ketat dari dokter.
Baca juga: 600 Siswa SDIT El Haq Ikuti Microplastic Journey, Perkuat Sekolah Bebas Plastik
"Yang enam pasien baru ini belum bisa kami kategorikan dirawat inap atau tidak, karena masih menunggu hasil observasi dan reaksi obat yang tergantung pada kondisi tubuh masing-masing pasien," imbuhnya.
Pihak RSUD R.T. Notopuro terus bersiaga mengantisipasi kemungkinan adanya pasien susulan, mengingat gejala keracunan seperti diare dan dehidrasi dapat muncul secara bertahap.