Ancaman Mahasiswa UINSA pada Demo Hari Kedua

Kamis, 17 Sep 2026 13:51 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Baliho yang dipasang Mahasiswa UINSA di Gedung rektor (foto: Fatkhur Rizki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mengancam akan terus menggelar aksi demonstrasi hingga Rektor UINSA Prof Akh Muzakki menemui massa secara langsung.

Pantauan jatimnow.com, aksi tersebut digelar di lingkungan Kampus UINSA Jalan Ahmad Yani, Wonocolo, Surabaya, Rabu (16/9/2026). Massa menilai kehadiran rektor diperlukan untuk memberikan penjelasan secara langsung terkait sejumlah tuntutan yang mereka sampaikan.

Koordinator aksi, Koko Prasetyo mengatakan, mahasiswa masih menunggu Prof Muzakki turun menemui massa. Jika tuntutan tersebut tidak direspons, aksi serupa akan kembali digelar.

Baca juga: Keamanan Larang Wartawan Liput Demo Penurunan Rektor UINSA

"Harapan kami Prof Muzakki dapat menemui kami. Karena kalau tidak, ya kami akan terus melakukan aksi," tegas Koko di sela aksi.

Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa membawa tuntutan 7+1. Salah satu tuntutan utama mereka yakni mendesak Prof Muzakki dicopot atau mengundurkan diri dari jabatan Rektor UINSA.

Mahasiswa juga menyoroti keterbukaan informasi publik di lingkungan kampus. Mereka mendesak pimpinan UINSA memberikan pernyataan terkait pembentukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang disebut baru terbentuk pada 2025.

Menurut mahasiswa, UINSA dinilai telah mengabaikan mandat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik selama beberapa tahun. Mereka mengaitkan persoalan tersebut dengan dugaan praktik korupsi yang mereka persoalkan.

Selain itu, mahasiswa mendesak adanya pengusutan kasus di Kopertais yang disebut melibatkan Prof Muzakki sebagai terlapor.

Baca juga: Mahasiswa UINSA Usir Aparat saat Pengamanan Demo Dalam Kampus

Tuntutan lainnya berkaitan dengan keterlambatan pembagian buku, Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), dan almamater mahasiswa baru. Mereka meminta pihak kampus memberikan klarifikasi sekaligus kepastian mengenai tenggat waktu penyelesaiannya.

\

Mahasiswa juga mempersoalkan penerimaan mahasiswa baru yang dinilai terlalu banyak. Menurut mereka, kondisi tersebut berdampak terhadap keterbatasan fasilitas yang tersedia di lingkungan kampus.

Kebijakan jam malam turut menjadi sorotan. Mahasiswa meminta aturan tersebut dihapus karena dinilai tidak mengakomodasi kebutuhan mahasiswa dalam menjalankan aktivitas nonakademik.

Persoalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa baru juga masuk dalam daftar tuntutan. Massa meminta pertanggungjawaban kampus terkait penentuan UKT yang mereka nilai tidak berpihak kepada mahasiswa dari kalangan menengah ke bawah.

Baca juga: Demo UINSA Hari Kedua Memanas, Komisi VIII DPR RI Upayakan Panggil Kemenag

Mereka juga mendesak agar mekanisme peminjaman tempat di lingkungan kampus dihapus karena dinilai mempersulit mahasiswa.

Koko menyebut sejumlah persoalan tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang menurut mahasiswa telah menimbulkan keresahan selama kepemimpinan Prof Muzakki.

Ia mencontohkan persoalan UKT mahasiswa baru hingga kondisi gedung perpustakaan yang disebut mahasiswa mangkrak dan tidak terurus.

"Sebelumnya Muzakki sudah didemo sama mahasiswa, aliansi mahasiswa UINSA, ya karena perpustakaan yang mangkrak. Tapi tidak pernah digubris, lah sekarang malah menjadi rektor kembali," ujar Koko.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler