jatimnow.com - Anak muda di Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, memanfaatkan program Dana Gen Z dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk membangun usaha parfum dan deodoran.
Usaha tersebut dirintis Raihan Syah Rafi’ bersama teman-temannya di Karang Taruna RW 8 Kedungdoro. Bantuan sekitar Rp19,8 juta digunakan untuk membeli bahan baku, peralatan produksi hingga kebutuhan operasional.
Raihan mengatakan, ide usaha itu muncul dari keinginan anak muda di lingkungannya untuk memiliki kegiatan produktif. Namun, rencana tersebut sempat terkendala keterbatasan modal.
Baca juga: Gila Konser Berujung Pinjol, Pakar Bongkar Bahaya Fomo di Kalangan Gen Z
“Awalnya kami sudah punya ide untuk membuat usaha, tetapi bingung untuk modalnya. Kebetulan teman-teman Karang Taruna RW 8 punya ide untuk mengembangkan usaha, akhirnya kami mengajukan proposal,” kata Raihan, Rabu (7/10/2026).
Sebelum memproduksi deodoran, mereka melakukan riset dengan mempelajari sejumlah jurnal ilmiah sebagai referensi. Sementara untuk parfum, mereka melakukan sejumlah percobaan hingga menghasilkan empat formulasi
Kini, enam anak muda terlibat langsung dalam pengelolaan usaha tersebut. Mereka membagi tugas mulai dari produksi, pemasaran hingga pengelolaan keuangan
Baca juga: Memandang Bonus Demografi dengan Lelucon “In This Economy”
Untuk tempat produksi, mereka memanfaatkan Balai RT Kedungdoro yang diberikan secara gratis. Pemasaran produk saat ini masih dilakukan secara offline melalui jaringan Karang Taruna dan lingkungan pertemanan
“Untuk tempat produksi, kami belum memiliki tempat khusus. Tetapi kami memanfaatkan Balai RT Kedungdoro yang disediakan gratis menjadi tempat produksi dan penjualan,” ujarnya.
Tak hanya menjalankan usaha sendiri, Raihan juga membuka kesempatan bagi anggota Karang Taruna untuk ikut memasarkan produk dengan sistem bagi hasil.
Baca juga: Gen Z Gandrung Skincare, Ahli Ingatkan Bahaya Salah Produk
Langkah itu sekaligus menjadi cara agar semakin banyak pemuda mendapatkan pengalaman berwirausaha.
Menurut Raihan, program tersebut memberikan ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih produktif.
“Mumpung masih muda, daripada waktunya dibuat main game atau nongkrong, lebih baik melakukan sesuatu yang bermanfaat. Kalau nongkrong, bisa membahas sesuatu yang berguna, seperti membangun bisnis dan mengajak teman untuk berbisnis bersama,” pungkasnya.