jatimnow.com - Danung Nur Adli, S.Pt., M.Sc., M.Pt. dosen Fakultas Animal Science and Technology (FAST) Universitas Brawijaya (UB) asal Bojonegoro, masuk dalam daftar Top 2% Researchers 2026, yang memuat peneliti berpengaruh di dunia.
Danung menjadi salah satu dari tujuh ilmuwan UB yang masuk dalam daftar tersebut. Capaian ini meningkat dibandingkan 2025, ketika UB mencatatkan lima peneliti.
Penelitian Danung berfokus pada bidang peternakan dengan memanfaatkan teknologi analisis data, seperti meta-analysis, machine learning, deep learning, dan explainable artificial intelligence. Dalam penelitiannya, ia menggunakan perangkat lunak RStudio dan Python untuk menganalisis berbagai temuan penelitian yang telah dipublikasikan.
Baca juga: Mahasiswa UB Melompat Dari Lantai 6, Atlet UIN KHAS Jember dan Ibu Anak Tewas
Selain mengembangkan riset ilmiah, Danung juga menerapkan penelitiannya untuk membantu masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan teknologi sensor suhu dan kelembapan bagi masyarakat di Bojonegoro.
Atas pencapaian tersebut, Danung mengapresiasi dukungan Universitas Brawijaya terhadap pengembangan penelitian yang dilakukannya.
“Saya apresiasi, terima kasih, karena salah satu saya bisa seperti ini karena disupport oleh UB,” ujar Danung, Rabu (14/10/2026).
Selain Danung, enam ilmuwan UB lainnya yang masuk dalam daftar Top 2% Researchers 2026 yakni dr. Jonny Karunia Fajar, Sp.PD.; Ir. Nurul Huda, M.Sc., Ph.D.; Raden Adharyan Islamy, S.Pi., M.P.; Dr. dr. Nur Samsu, Sp.PD., KGH.; Prof. Dr. Ir. Femiana Gapsari Madhi Fitri, S.T., M.T.; serta Prof. Sujarwoto, S.IP., M.Si., Ph.D.
Ketua Kelompok Jabatan Fungsional Data Pemeringkatan Berbasis Web UB, Mahdin Rohmatillah, menjelaskan bahwa jumlah peneliti UB yang masuk dalam daftar tersebut meningkat 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Keterwakilan bidang keilmuannya juga bertambah, dari tiga subbidang pada 2025 menjadi lima subbidang pada 2026.
Baca juga: Mahasiswa Kedokteran Universitas Brawijaya Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 6
Kelima subbidang itu meliputi General & Internal Medicine, Food Science, Fisheries, Materials, serta Dairy & Animal Science.
Jonny Karunia Fajar, Nur Samsu, dan Sujarwoto masuk dalam subbidang General & Internal Medicine. Nurul Huda tercatat pada Food Science, sedangkan Femiana Gapsari Madhi Fitri pada Materials.
Sementara itu, Raden Adharyan Islamy masuk dalam subbidang Fisheries dan Danung Nur Adli pada Dairy & Animal Science.
Dalam pemeringkatan tahun ini, Jonny Karunia Fajar menjadi peneliti UB dengan peringkat tertinggi, yakni posisi ke-77.639 dunia. Femiana Gapsari Madhi Fitri juga memperbaiki posisinya dari peringkat ke-273.515 pada 2025 menjadi ke-161.679 pada 2026. Adapun Nur Samsu naik dari peringkat ke-139.228 menjadi ke-116.295.
Baca juga: Dekatkan Layanan Untuk Gen Z, Indosat Buka Gerai Baru di Malang
Raden Adharyan Islamy, dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB, mengatakan pemeringkatan bukanlah tujuan utama penelitiannya. Menurutnya, publikasi ilmiah menjadi bentuk pertanggungjawaban atas penelitian sekaligus sarana agar hasil riset dapat dikembangkan dan dimanfaatkan lebih luas.
Penelitiannya berfokus pada nutrisi ikan dan lingkungan perairan, termasuk pemanfaatan bahan baku alternatif serta teknologi fermentasi untuk meningkatkan kualitas nutrisi dan kecernaan pakan.
Ia juga mengkaji pengelolaan kualitas air dan lingkungan budidaya, serta potensi tanaman introduksi, termasuk tanaman invasif, sebagai bahan alternatif pakan ikan.
Ia berharap hasil penelitian tersebut tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi pengembangan budidaya perikanan.