Pixel Code jatimnow.com

Sekolah Pascasarjana UB Bekali Perempuan Strategi Cegah Penipuan Daring

Editor : Yanuar D   Reporter : Ali Masduki
Sekolah Pascasarjana UB membekali 40 perempuan di Malang dengan strategi REM–CEK–LAPOR untuk menangkal hoaks dan penipuan daring. (Foto/jatimnow.com)
Sekolah Pascasarjana UB membekali 40 perempuan di Malang dengan strategi REM–CEK–LAPOR untuk menangkal hoaks dan penipuan daring. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya (SP UB) membekali perempuan di sekitar kampus dengan strategi mengenali hoaks dan mencegah penipuan daring melalui program Sekolah Perempuan Kampung Lingkar Kampus, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital sekaligus memperkuat kemandirian perempuan dalam melindungi keamanan data dan keuangan keluarga.

Sebanyak 40 peserta dari Kelurahan Sumbersari, Penanggungan, Ketawanggede, dan Karangbesuki mengikuti kegiatan di Hall Lantai 3 Gedung A Sekolah Pascasarjana UB. Mereka terdiri atas anggota PKK, kader posyandu, serta tokoh perempuan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan dibuka Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Sekolah Pascasarjana UB, Dr. Aji Setyanto, S.S., M.Litt.

Ketua pelaksana, Hari Wahyu Wijayanto, Ph.D., menjelaskan, Sekolah Perempuan Kampung Lingkar Kampus merupakan bagian dari program prioritas Rektor Universitas Brawijaya, yakni Kampung Lingkar Kampus.

Program yang digagas oleh Ketua Program Studi Magister Kajian Wanita tersebut dirancang untuk memperluas akses pembelajaran bagi perempuan melalui pendekatan berbasis komunitas.

“Sekolah Perempuan Kampung Lingkar Kampus merupakan bagian dari program prioritas Rektor Universitas Brawijaya, Kampung Lingkar Kampus, yang diimplementasikan Sekolah Pascasarjana UB. Program ini digagas oleh Ketua Program Studi Magister Kajian Wanita,” ujar Hari.

Mengusung tema Kampus Hadir, Perempuan Berdaya, Kampung Berkarya, kegiatan tersebut memadukan edukasi keamanan digital dengan penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

Dalam sesi Cerdas Bermedia Sosial: Mengenali Hoaks dan Modus Penipuan Daring demi Masa Depan Keluarga, Andira Dwi Wiranugraha, S.M., MBA., dari Fakultas Vokasi UB mengajak peserta mengenali pola penyebaran informasi palsu dan berbagai modus penipuan yang memanfaatkan aplikasi percakapan maupun media sosial.

Peserta diperkenalkan pada sejumlah ciri hoaks, mulai dari judul yang memancing kepanikan, sumber informasi yang tidak jelas, penggunaan foto atau video di luar konteks, hingga ajakan menyebarkan pesan secara berantai.

Informasi tentang kesehatan, bantuan sosial, bencana, serta kabar yang mencatut nama tokoh tertentu menjadi contoh konten yang perlu diperiksa kebenarannya sebelum dipercaya atau diteruskan kepada orang lain.

Baca juga:
Badan Bank Tanah dan UB Optimalkan 35 Ribu Hektare Tanah Negara

Pembahasan juga mencakup modus penipuan melalui berkas aplikasi berformat APK yang disamarkan sebagai undangan digital, penyamaran identitas anggota keluarga, serta tawaran investasi dan pekerjaan palsu.

Peserta diminta mewaspadai pesan yang mendesak penerima segera bertindak, permintaan untuk merahasiakan informasi dari keluarga, hingga permintaan kode OTP atau PIN. Janji keuntungan yang tidak masuk akal dan desakan mentransfer uang juga menjadi tanda bahaya yang perlu dikenali.

Untuk membantu peserta menghadapi risiko tersebut, Andira memperkenalkan strategi REM–CEK–LAPOR. REM berarti menahan diri sebelum mengeklik tautan, memasang aplikasi, atau meneruskan informasi.

CEK mengajak pengguna memverifikasi sumber, tanggal, dan identitas pengirim melalui saluran tepercaya, sedangkan LAPOR mendorong pengguna memblokir dan melaporkan akun atau aktivitas yang diduga berkaitan dengan penipuan.

Melalui strategi tersebut, peserta diharapkan memiliki langkah praktis ketika menerima pesan mencurigakan. Pengetahuan ini juga dapat diteruskan kepada anggota keluarga dan masyarakat sekitar agar kewaspadaan terhadap penipuan digital tumbuh di lingkungan tempat tinggal.

Baca juga:
Badan Bank Tanah Gandeng Universitas Brawijaya Kelola Tanah Negara

Selain literasi digital, kegiatan menghadirkan Sri Sudarwati, MM, CT., NLP, yang membawakan materi Dari Double Burden Menuju Double Empowerment.

Materi tersebut mengulas pentingnya pembagian tanggung jawab dalam keluarga, pengembangan potensi diri, serta pemanfaatan PKK sebagai ruang untuk meningkatkan kapasitas dan kepemimpinan perempuan.

Penguatan peran perempuan diharapkan berjalan beriringan dengan kemampuan mereka menghadapi tantangan teknologi dan perubahan sosial.

Melalui program Sekolah Perempuan Kampung Lingkar Kampus, SP UB berupaya memperluas kesempatan perempuan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Program ini sekaligus mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 5 tentang Kesetaraan Gender.