jatimnow.com - Masjid Al Musafirin di Rest Area 753 B Tol Surabaya Gempol resmi beroperasi pada Minggu (18/10/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh mantan Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Mohammad Nuh, bersama Komisaris Utama PT Margabhakti Sari Sejahtera, Mohamad Faried.
Wajah baru tempat ibadah bagi pengguna jalan bebas hambatan sekarang jauh lebih lega. Dari yang awalnya hanya memuat 280 orang, ruangannya sukses diperluas hingga mampu menampung 450 jemaah.
Prof. Nuh memandang pembangunan sarana ibadah sebagai wujud nyata kepedulian sosial yang akan mendatangkan berkah. Menurutnya, siapa pun yang menolong orang lain secara tulus pasti mendapat balasan kemudahan.
Baca juga: Guru Gemilang YDSF Siap Cetak Guru Adaptif
Ia juga mengapresiasi Yayasan Dana Sosial al-Falah (YDSF) yang terus konsisten mengelola dana umat.
"Semoga YDSF melahirkan program dengan dampak luas. Selamat berbahagia mendapat amal jariyah dari tempat ibadah yang baru," tuturnya.
Baca juga: YDSF Siapkan Dana Rp1 Miliar untuk Bantu Korban Bencana Sumatera
Kemegahan fisik tentu butuh manajemen yang sehat agar terus bertahan. Salah satu pendiri YDSF, Abdulkadir Baraja, mengingatkan pesan mendiang Prof. Mahmud Zaki agar tata kelola ruang publik berjalan profesional dan amanah.
Dari segi visual, arsitek proyek Andy Rahman merancang bangunan agar menyatu dengan kondisi alam dan budaya lokal. Desainnya mengandalkan sirkulasi udara bebas dan pencahayaan melimpah demi menghemat energi.
Baca juga: YDSF Bangun Masjid Nyaman di Rest Area Tol Surabaya-Gempol
Bentuk atap mengadaptasi model tajuk khas Nusantara yang sederhana namun tetap ikonik. Sapuan warna terakota sengaja dipilih untuk menonjolkan keunikan bata merah peninggalan candi-candi di Jawa Timur.
Pembangunan proyek memakan waktu lebih dari setahun sejak September 2025. Kini, para musafir yang melintas lelah bisa singgah dan menunaikan salat dengan jauh lebih tenang.