Pixel Code jatimnow.com

Curhat Pedagang Pasar Pabean Surabaya: Ya Allah Sepinya

Editor : Yanuar D  
Kondisi pedagang di Pasar Pabean, Jalan Songoyudan, Kelurahan Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya. (Tangkapan layar TikTok @yuliazara_)
Kondisi pedagang di Pasar Pabean, Jalan Songoyudan, Kelurahan Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya. (Tangkapan layar TikTok @yuliazara_)

jatimnow.com - Pedagang di Pasar Pabean, Jalan Songoyudan, Kelurahan Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya, mengeluhkan kondisi pasar yang semakin sepi pembeli. Suasana pasar yang biasanya ramai sejak pagi kini disebut tak lagi seramai dahulu.

Kondisi tersebut dibagikan Razah melalui akun TikTok miliknya, @yuliazara_. Dalam unggahannya, Razah memperlihatkan suasana pasar yang terlihat lengang. Padahal, pagi hari biasanya menjadi salah satu waktu ramai bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

“Ya Allah sepinya pasar ini ya, pasar lho ini, pagi-pagi kayak gini. Biasanya dulu ramai, berjubel orang belanja di sini, sekarang enggak ada,” kata Razah dalam unggahannya yang telah ditonton 112,4 ribu kali di TikTok.

Dalam video tersebut, sejumlah pedagang tampak duduk di lapak masing-masing sembari menunggu kedatangan pembeli. Aktivitas jual beli yang biasanya mewarnai pasar tradisional itu terlihat tidak seramai yang diharapkan.

Razah sendiri terlihat menjajakan telur ayam dan aneka bumbu dapur. Di tengah suasana pasar yang lengang, para pedagang hanya bisa menunggu pembeli datang untuk melariskan dagangan mereka.

Keluhan serupa juga disampaikan Razah melalui unggahan lainnya. Ia menggambarkan kondisi pedagang yang hanya bisa menerima keadaan ketika pasar tidak seramai biasanya.

Baca juga:
3 Tahun Omzet Kian Merosot, Pedagang Pasar Pabean Surabaya: Kini Balik Modal Aja Sulit

“Pedagang pasar pabean hanya bisa pasrah dengan kondisi pasar saat ini,” tulisnya.

Unggahan tersebut turut mengundang perhatian warganet. Sejumlah pengguna TikTok ikut menyoroti perubahan suasana Pasar Pabean yang dahulu dikenal ramai oleh aktivitas masyarakat, bahkan kerap dipadati pengunjung hingga menyebabkan kemacetan.

“Biasanya fulll manusia, sampai macet,” tulis akun Ubud. Komentar tersebut mendapat persetujuan dari Razah.

Baca juga:
Dugaan Bullying ABK, Pasar Pabean Sepi dan Pelatihan Jurnalistik

Di sisi lain, beberapa warganet juga mengingatkan para pedagang agar lebih berhati-hati dalam menyediakan stok barang dagangan. Mereka menilai pedagang perlu menyesuaikan jumlah kulakan dengan kondisi pasar dan kemampuan belanja masyarakat.

“Daya beli masyarakat lagi turun kalau berdagang jangan ngulak banyak,” ujar akun N. Bosnur.

Keluhan para pedagang ini menggambarkan tantangan yang mereka hadapi ketika jumlah pembeli tidak seramai biasanya. Bagi pedagang pasar tradisional, ramainya pengunjung menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga perputaran barang dan keberlangsungan usaha sehari-hari.