jatimnow.com - Dentuman mortir memecah kesunyian Pusat Latihan Pertempuran (PLP) 5 Marinir Karangtekok, Situbondo, Senin (19/10/2026).
Prajurit Batalyon Infanteri 1 Marinir TNI AL mengasah kemahiran mengoperasikan Senjata Bantuan Infanteri (Senbanif) dalam Latihan Gabungan Bersama atau Latgabma Keris Woomera 2026 bersama tentara Australia (ADF).
Latihan gabungan berskala internasional ini menguji akurasi berbagai persenjataan taktis, mulai mortir 81 mm hingga senapan runduk jarak jauh.
Baca juga: Aksi Heroik Marinir Evakuasi Korban Tembak Pakai Helikopter di Baluran
Skenario tembakan terarah dirancang untuk memastikan kesiapan tempur prajurit dalam merespons ancaman operasi di medan sebenarnya.
Baca juga: Marinir TNI AL dan Pasukan Australia Gempur Pantai Banongan
Komandan Brigade Infanteri 2 Marinir Kolonel Marinir Eko Budi Prasetyo Adi Saputro memantau langsung jalannya penembakan taktis di lapangan.
Eko mengatakan, agenda bersama militer Australia ini sekaligus memperkuat kerja sama bilateral pertahanan kedua negara di kawasan.
Baca juga: Foto: Operasi Badai Kasuari, Marinir Lumpuhkan Pimpinan Bersenjata OPM di Frambu
"Latihan ini sarana penting mempertahankan kemampuan teknis sekaligus menajamkan naluri tempur prajurit Korps Marinir," ujar Kolonel Marinir Eko.
Melalui menu latihan berintensitas tinggi, interoperabilitas kedua angkatan bersenjata terus diuji agar selalu sigap menjaga stabilitas keamanan wilayah perbatasan.