Pixel Code jatimnow.com

Operasi Senyap, Marinir Bekuk Pimpinan OPM Matius Aisasior dan Pasukan

Editor : Yanuar D   Reporter : Ali Masduki
Satgas Yonif 9 Marinir menangkap komandan OPM Matius Aisasior dan dua anggotanya di Maybrat. (Foto/Tangkapan layar)
Satgas Yonif 9 Marinir menangkap komandan OPM Matius Aisasior dan dua anggotanya di Maybrat. (Foto/Tangkapan layar)

jatimnow.com - Satgas Yonif 9 Marinir Koops Habema membekuk Komandan Batalyon TPNPB-OPM Matius Aisasior bersama dua rekannya di Kampung Franeway, Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

Operasi senyap di bawah kendali Kogabwilhan III tersebut mengamankan Matius, sang wakil komandan Yeremias Aisasior, dan seorang anggota bernama Zakarias Aikingking.

Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menjelaskan penangkapan bermula saat tim intelijen mengendus pergerakan Matius keluar dari Hutan Aisnak, Distrik Moskona, Bintuni.

Hutan lebat berbukit itu lama menjadi lokasi persembunyian kelompok bersenjata pimpinan Matius.

Prajurit Marinir terus membuntuti buronan kelas kakap itu dari kejauhan hingga tiba di sebuah rumah warga di pedalaman Maybrat.

Di lokasi singgah itu, Yeremias dan Zakarias rupanya sudah bersiap menyambut sang komandan. Pasukan di lapangan bergerak cepat mengepung tempat persembunyian dan melakukan pendekatan persuasif.

Melihat posisi yang terkunci rapat, ketiga pentolan kelompok separatis memilih meletakkan tangan dan menyerah tanpa letusan peluru.

Baca juga:
TNI Lumpuhkan 2 Anggota OPM di Nduga Papua, Bukti Drone Bantah Isu Sipil

Matius dan jejaringnya berafiliasi langsung dengan kelompok pimpinan Kopitua Heluka.

Rekam jejak mereka sarat deretan aksi kekerasan, mulai dari penyerangan pos penjagaan, teror terhadap pekerja proyek Jalan Trans Bintuni, hingga penganiayaan terhadap warga sipil asli Papua.

Atas keberhasilan operasi penangkapan, Letjen Lucky meminta sisa anggota kelompok bersenjata yang masih bersembunyi di rimba belantara segera meletakkan senjata.

Baca juga:
Foto: Operasi Badai Kasuari, Marinir Lumpuhkan Pimpinan Bersenjata OPM di Frambu

"Kembalilah ke pangkuan NKRI. Mari bersama rakyat dan TNI membangun masa depan tanah Papua yang damai," ujar Lucky.

Jenderal bintang tiga itu mengingatkan aparat tidak akan ragu menerapkan tindakan tegas terukur jika kelompok bersenjata tetap memilih jalur teror dan merusak ketenteraman warga.

Bagi TNI, keselamatan masyarakat Papua berdiri di atas segalanya dan menjadi batas toleransi terakhir di lapangan.