jatimnow.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya mematangkan 18 agenda besar untuk menyemarakkan peringatan Hari Santri 2026 sepanjang Oktober.
Rangkaian acara bertajuk "Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri" dirancang memadukan kajian keilmuan klasik, kompetisi generasi muda, hingga aksi solidaritas dunia.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya Masduki Toha menegaskan peringatan tahunan bukan sekadar agenda seremoni, melainkan pelecut peran nyata warga pesantren di tengah publik.
Baca juga: Hari Santri 2026, Gus Fawait Ajak Santri di Jember Berani Jadi Pemimpin
"Semangat Resolusi Jihad perlu terus diaktualisasikan lewat penguatan nasionalisme, keilmuan, dan ketakwaan agar santri siap menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akarnya," kata Masduki, Rabu (21/10/2026).
Pihak panitia menyiapkan program beragam, mulai dari uji baca kitab kuning, Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) ke 1.000 pelajar, adu rencana bisnis Gen Z, hingga pelatihan 99 santri melek teknologi digital.
Ketua Panitia HSN 2026 Gus Achmad Jani menuturkan seluruh kegiatan diarahkan agar santri luwes beradaptasi dengan kemajuan teknologi modern tanpa melupakan tradisi pondok.
Baca juga: PBNU Rilis Pedoman Hari Santri 2026
Sejumlah perlombaan turut menyasar Masjid Raudlatul Musyawarah Kemayoran sebagai salah satu pusat kegiatan karena ikatan sejarah panjangnya dengan NU sejak masa pergerakan.
Dua mata lomba utama, Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) dan hadrah Al-Banjari remaja masjid, sengaja ditempatkan di sana untuk menelusuri kembali jejak awal tradisi seni Islam di Surabaya.
Sorotan utama perayaan akan bertumpu pada Jalan Pahlawan lewat gelaran Mujahadah Kubro untuk Kemanusiaan dan Palestina pada Kamis (22/10/2026) malam.
Baca juga: PBNU Rilis Tema Hari Santri 2026: Santri Tak Boleh Lupa Akar Pesantren
Aksi doa bersama instruksi PBNU bertempat persis di depan gedung PCNU Surabaya, titik lahirnya fatwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 silam.
Kemeriahan berlanjut lewat jalan santai yang bakal mempertemukan 5.000 santri dari 80 pesantren pada Minggu (25/10/2026) pagi di rute yang sama.
Menimbang potensi kepadatan lalu lintas di kawasan cagar budaya tersebut, panitia telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan melayangkan permohonan maaf kepada pengguna jalan.