jatimnow.com - Bupati Jember Muhammad Fawait memotivasi ribuan santri agar berani bercita-cita menjadi pemimpin, termasuk kepala daerah. Menurutnya, latar belakang pendidikan pesantren bukan penghalang untuk menduduki posisi strategis di pemerintahan.
Pesan tersebut disampaikan Gus Fawait saat membuka rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Alun-alun Jember, Sabtu (10/10/2026). Mengusung tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas 2045, perayaan tahun ini dikemas melalui berbagai kegiatan keagamaan, budaya, olahraga, hingga pemberdayaan ekonomi.
Pembukaan kegiatan dihadiri ribuan santriwan dan santriwati, tokoh organisasi kemasyarakatan, tokoh agama lintas agama, serta pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Jember.
“Jember Baru, Jember Maju! Santri Berdaya, Indonesia Jaya. Hari Santri tahun ini harus menjadi momentum santri untuk menguatkan negeri menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Gus Fawait dalam sambutannya.
Di hadapan para santri, Gus Fawait menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri dan berani mengambil peran di berbagai bidang, termasuk pemerintahan.
“Saya hari ini berdiri di sini hanya ingin memberikan pesan bahwa santri tidak hanya pintar ngaji, tidak hanya pintar membaca kitab, tetapi santri juga harus bisa menjadi pemimpin, bisa menjadi Bupati di Kabupaten Jember,” ucapnya.
Dia menegaskan bahwa santri harus mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan. Lulusan pesantren, menurutnya, tidak boleh dipandang sebelah mata ataupun dikucilkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Santri memiliki catatan panjang dalam perjuangan bangsa, terutama dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” katanya.
Gus Fawait juga mengingatkan bahwa peran santri tidak terbatas pada lingkungan pesantren, tetapi turut mencakup pembangunan daerah hingga tingkat nasional.
Untuk mendukung pendidikan santri, Pemerintah Kabupaten Jember menyediakan program beasiswa melalui jalur khusus santri. Para peserta yang meraih juara dalam festival peringatan Hari Santri juga berkesempatan memperoleh fasilitas tersebut.
“Para peserta lomba yang meraih juara dalam festival tersebut dapat memperoleh jalur khusus beasiswa kuliah gratis,” ungkapnya.
Baca juga:
Serunya Ngontel Bersarung Berhadiah Kambing di Lamongan
Gus Fawait meminta para santri belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak merasa rendah diri karena menempuh pendidikan di pesantren. Dia mencontohkan sejumlah tokoh nasional yang memiliki latar belakang pesantren dan pernah menduduki jabatan penting di pemerintahan.
Tokoh tersebut antara lain Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Gus Fawait juga menyebut dirinya sebagai lulusan pesantren yang kini dipercaya memimpin Kabupaten Jember. Dia berharap pengalamannya dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus belajar dan berani meraih cita-cita setinggi mungkin.
17 Agenda Peringatan Hari Santri
Pemkab Jember menyiapkan 17 rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Santri Nasional 2026. Berbagai agenda tersebut memadukan syiar agama, budaya, olahraga, dan pengembangan ekonomi kreatif.
Di bidang olahraga, Liga Santri digelar pada 10-20 Oktober 2026 di Stadion Jember Sport Garden (JSG). Sementara itu, Bazar Produk Pesantren dan UMKM berlangsung pada 10-22 Oktober 2026 di Alun-alun Jember, mulai pukul 08.00 hingga 00.00 WIB.
Sejumlah kegiatan keagamaan juga digelar, di antaranya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) pada 10-11 Oktober di Kantor Pemkab Jember dan Masjid Jami’ Al-Baitul Amin, Festival Musik Patrol pada 12 Oktober di Alun-alun, serta Gema Festival Hadrah Nasional pada 13-19 Oktober di lokasi yang sama.
Baca juga:
Homecare Jember Rujuk Lansia 71 Tahun dengan Luka Kaki Kronis ke RSD dr Soebandi
Agenda lainnya meliputi Festival Da’i Cilik, Remaja, dan Dewasa pada 12 Oktober serta Festival Adzan pada 13 Oktober di Gedung Jember Nusantara. Selanjutnya, ada Cerdas Cermat Kitab Safinah dan Santri Bersinar (Bersih Narkoba) pada 14 Oktober, Festival Lalaran Al-Fiyah pada 15 Oktober, serta Pesantren Cinematic Festival pada 16 Oktober.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) pada 18-20 Oktober, Khotmil Qur’an serentak pada 21 Oktober di kantor kecamatan se-Kabupaten Jember, serta Bahtsul Masail pada tanggal yang sama di Pendopo Wahyawibawagraha.
Puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 akan digelar pada 22 Oktober. Kegiatan diawali dengan Apel Santri yang dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah di Alun-alun Jember.
Rangkaian perayaan kemudian ditutup dengan Dzikir dan Sholawat Hari Santri Nasional pada pukul 19.00 hingga 00.00 WIB.
Gus Fawait mengajak seluruh masyarakat Jember untuk ikut berpartisipasi dan menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.