jatimnow.com - Empat siswa Sekolah Rakyat (SR) di Jember yang diduga menjadi korban kekerasan kini kembali bersekolah. Sementara itu, seluruh mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) RI yang menjalani magang di sekolah tersebut telah ditarik sejak Kamis (22/10/2026) sore.
Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Jember, Sugeng Riyadi, mengatakan kondisi keempat siswa tersebut berangsur membaik setelah mendapatkan pendampingan.
Sebelumnya, Dinsos P3A melakukan asesmen awal dan pendampingan lanjutan untuk memantau kondisi fisik serta psikologis para korban.
Baca juga: Polisi Periksa 5 Orang Dalami Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat di Jember
“Alhamdulillah, sudah ada progres yang cukup baik. Adik-adik itu sudah bisa diajak komunikasi. Kondisi trauma dan fisiknya juga sudah mulai membaik,” kata Sugeng, Jumat (23/10/2026).
Menurut Sugeng, pendampingan juga diberikan kepada keluarga korban untuk memastikan mereka mendapat dukungan selama proses penanganan kasus berlangsung.
“Kami melakukan pendekatan ke keluarga korban bahwa keluarga tidak sendiri, termasuk Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Dinsos P3A Jember akan terus memantau perkembangan kondisi para korban, termasuk mengawal kebutuhan pendampingan hukum dan pemulihan trauma.
Baca juga: Buron 14 Tahun, Penganiayaan Siswa SR dan Mahasiswa UIN KHAS Jember
Sugeng menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pengelola Sekolah Rakyat terkait evaluasi menyusul dugaan kekerasan tersebut. Evaluasi antara lain menyangkut pengawasan di lingkungan sekolah, termasuk mempertimbangkan pemasangan kamera pengawas atau CCTV.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang dan memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi para siswa.
Terkait penanganan kasus, Sugeng menyebut mediasi telah dilakukan dengan pengawalan unsur Kodim. Dalam pertemuan tersebut, pihak Unhan disebut menyampaikan bahwa mahasiswa yang diduga terlibat dalam penganiayaan akan mendapat sanksi berat.
Baca juga: Komisi X DPR Panggil Kemendikdasmen Buntut Dugaan Kekerasan di Sekolah Rakyat Jember
Sugeng juga mengatakan mahasiswa tersebut telah dihadirkan dalam mediasi dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak korban.
“Mahasiswa yang melakukan tindakan kekerasan kemarin itu dihadirkan memang kemarin, dia langsung memberikan permohonan maaf dari hati,” katanya.
Meski mediasi telah dilakukan dan para korban mulai kembali bersekolah, proses penanganan kasus tetap berjalan sesuai kewenangan masing-masing pihak.