Isu Lokal Cepat Viral, BRI Gembleng Tim Humas Regional di Surabaya

Selasa, 27 Okt 2026 18:25 WIB
Reporter :
Ali Masduki
BRI menggelar pelatihan kehumasan di Surabaya untuk memperkuat mitigasi krisis, pemantauan isu digital, dan reputasi perbankan di era AI. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat kecakapan komunikasi garda regionalnya lewat program Pendidikan Akselerasi Kapabilitas Kehumasan di Kantor BRI Region 12 Surabaya, Rabu (7/10/2026).

Langkah yang digagas BRI Corporate University ini berfokus pada penguasaan mitigasi krisis reputasi, pemantauan percakapan digital, hingga adaptasi ekosistem media berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Corporate Secretary BRI, Dhanny, membuka langsung agenda pembekalan insan perbankan di Jawa Timur tersebut.

Baca juga: BRI Resmi Buka Kantor Kas di Pakuwon City Surabaya, Transaksi Makin Dekat

Ia mengingatkan, tugas humas di daerah kini bergeser jauh dari sekadar urusan publikasi seremonial atau kerja administratif.

"Peran kehumasan di tingkat regional saat ini garda terdepan dalam menjaga reputasi dan membangun kepercayaan pemangku kepentingan. Dinamika informasi di daerah berkembang sangat cepat; satu isu lokal dapat dengan mudah tereskalasi menjadi perbincangan nasional dalam hitungan menit," kata Dhanny.

Kredibilitas komunikasi menjadi pertaruhan besar bagi bank pelat merah yang telah beroperasi selama 131 tahun ini, terlebih saat publik begitu leluasa menyebarkan narasi di ruang digital.

Baca juga: HUT ke-81 KAI: BRI Tebar Promo BRImo hingga Pinjaman Bunga Ringan

Dhanny menambahkan, para peserta dibekali empat pilar utama: kepemimpinan komunikasi, pengelolaan sentimen media sosial, respons krisis terpadu, serta pemahaman media berteknologi AI.

\

Penguatan kapasitas komunikasi publik ini sekaligus mengiringi arah transformasi merek "Satu Bank untuk Semua" yang diusung BRI sejak akhir 2025 demi merangkul seluruh lapisan nasabah.

Pada sesi teknis, praktisi komunikasi Neneng Herbawati membedah bagaimana gaya komunikasi pemimpin daerah berpengaruh langsung terhadap citra institusi.

Baca juga: Kisah Zaky Gufron, Eks Sales Alat Berat yang Sukses Jadi CEO Berkat BRI

Neneng menuturkan, konsistensi narasi korporasi, kejujuran, dan keterbukaan informasi menjadi fondasi mutlak agar kepercayaan publik tetap kokoh.

Sementara itu, pemateri Arief Sitohang melatih peserta memetakan percakapan warganet, mulai dari sentimen positif, netral, hingga sentimen negatif.

Peserta diajak mempraktikkan instrumen pemantau digital guna mendeteksi percikan risiko reputasi sejak dini, menentukan batas bahaya, dan mengambil langkah mitigasi secara presisi.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler