jatimnow.com - Kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun menarik banyak minat pembaca. Terduga pelaku, Dwi Bagus Martono (40) yang tak lain merupakan suami siri korban disebut tersulut emosi setelah terjadi pertengkaran. Dwi emosi karena pertengkaran tersebut terkait keberadaan istri sahnya. Pencarian seorang pria yang dilaporkan tenggelam di Sungai Jagir, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, berakhir duka pada Senin (26/10/2026) siang. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim penyelam menyisir dasar sungai selama beberapa jam. Sebanyak 2.150 peserta siap tumpah ruah memadati jalanan pusat kota dalam perhelatan akbar Parade Surabaya Juang 2026 pada Minggu (1/11/2026) siang.
Redaksi merangkum berita pilihan pembaca sebagai berikut:
Cemburu Dengan Istri Sah Diduga Menjadi Pemicu Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
Persoalan rumah tangga yang dipicu kecemburuan diduga menjadi latar belakang kasus pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4) di Kota Madiun. Terduga pelaku, Dwi Bagus Martono (40) yang tak lain merupakan suami siri korban disebut tersulut emosi setelah terjadi pertengkaran. Dwi emosi karena pertengkaran tersebut terkait keberadaan istri sahnya
Baca juga: Desa Pataan Lamongan, Pembunuhan Ibu dan Anak Serta Pembahasan Pilkades
Lansia Asal Sidoarjo Ditemukan Meninggal di Sungai Jagir Surabaya
Pencarian seorang pria yang dilaporkan tenggelam di Sungai Jagir, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, berakhir duka pada Senin (26/10/2026) siang. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim penyelam menyisir dasar sungai selama beberapa jam. Identitas korban terungkap bernama Sudjarno (71), warga Desa Tambaksawah, Kecamatan Waru, Sidoarjo.
Baca juga: Guyur Ratusan Juta Liter BBM, TJSL di Ponpes Sunan Drajat, Manfaat MLT
Kisah Pemain Persebaya Angkat Senjata Bakal Hidup di Surabaya Juang 2026
Sebanyak 2.150 peserta siap tumpah ruah memadati jalanan pusat kota dalam perhelatan akbar Parade Surabaya Juang 2026 pada Minggu (1/11/2026) siang. Agenda tahunan menyambut Hari Pahlawan ini bakal menyuguhkan atraksi teatrikal kolosal, arak-arakan sejarah, serta pertunjukan seni bertema “Suroboyo Wani”.