jatimnow.com - Menjaga rak toko tetap terisi menjadi kunci utama bagi Dani Antok Sujarwo dalam mempertahankan bisnis sembako yang sudah ia rintis selama delapan tahun di Surabaya.
Perputaran barang harian yang cepat menuntut kesiapan arus kas setiap saat agar pasokan kebutuhan pokok pelanggan tidak sampai terputus.
Tantangan permodalan itu mulai terurai sejak Dani mempercayakan kebutuhan finansial usahanya ke PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Surabaya Kaliasin pada 2021.
Baca juga: Update Harga Sembako di Jawa Timur: Beras dan Minyak Goreng Alami Penyesuaian
Awalnya ia mengakses fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) segmen mikro, sebelum akhirnya usahanya naik kelas dan memanfaatkan pinjaman ritel hingga Kredit Modal Kerja (KMK).
"Dalam menjalankan usaha sembako, ketersediaan barang menjadi hal paling utama supaya pelanggan tidak kecewa. Dukungan permodalan dari bank membuat operasional sehari-hari berjalan aman," ungkap Dani.
Selain kepastian modal, Dani memanfaatkan aplikasi BRImo untuk mempermudah perputaran uang dagangannya.
Baca juga: Update Harga Sembako Jatim : Cabai Rawit di Lumajang Tembus Rp80 Ribu Per Kilo
Aplikasi perbankan digital tersebut memungkinkannya mengecek transaksi pembayaran pembeli maupun melunasi tagihan distributor secara langsung dari tempat usaha.
"Urusan transaksi perbankan sekarang jauh lebih ringkas lewat aplikasi. Saya tidak perlu sering-sering meninggalkan toko hanya untuk transfer atau cek pembayaran," kata dia.
Kemudahan akses likuiditas dan integrasi layanan digital ini memberi ruang gerak lebih luas bagi Dani untuk memetakan langkah bisnis ke depan.
Baca juga: Peringatan HUT ke-81 TNI di Sidoarjo Tegaskan Soliditas Prajurit-Rakyat
"Harapan saya toko ini bisa terus berkembang, barang dagangan makin lengkap, dan kapasitas penjualan bisa bertambah secara bertahap," tuturnya.
Dukungan pembiayaan produktif yang disalurkan BRI Kantor Cabang Surabaya Kaliasin menjadi bagian dari komitmen perbankan dalam memperkuat fondasi usaha rakyat di tingkat akar rumput.