jatimnow.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan tiga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Jember, Jumat (30/10/2026). Ia meminta agar pembangunan dipercepat agar segera beroperasi.
Tiga lokasi KNMP yang ditinjau masing-masing berada di wilayah pesisir Pantai Paseban, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, kawasan Pantai Pancer di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger serta kawasan Pantai Payangan di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu.
Didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait, ia juga menekankan pentingnya integrasi fasilitas pelabuhan, penanganan sedimentasi, hingga peningkatan kualitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang dikoordinasikan bersama pemerintah daerah.
Baca juga: Jember Terima Kucuran Dana Rp400 M untuk Revitalisasi Puskesmas dan Rumah Sakit
"Saya minta dipercepat pembangunannya. Jadi saya ingin tahu, saya ingin mengecek apakah ada masalah, sekaligus kemudian kita lihat kondisi perkampungan kapal," ujar, Jumat (30/10/2026).
Secara nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan penyelesaian 1.269 unit KNMP pada tahun ini.
Baca juga: Kelompok Tani Capai 1.500, Jumlah PPL di Jember Jauh dari Ideal
Ditambah dengan 100 unit yang telah rampung pada tahun sebelumnya, total terdapat 1.369 unit KNMP yang digenjot pembangunannya di berbagai wilayah Indonesia.
Menteri KKP menegaskan bahwa seluruh pengerjaan fisik di Jember ditargetkan selesai pada akhir November mendatang dan diproyeksikan mulai beroperasi pada Juni atau awal Juni 2027.
“Akhir bulan November pun selesai. Jadi tadi kepala proyeknya juga saya sudah minta untuk akhir bulan (November) harus selesai. Jadi kalau selesai, segera dioperasionalkan. Mana yang kurang dan seterusnya kita bisa perbaiki,” ungkap Menteri KKP.
Baca juga: Tiga Siswa Sekolah Rakyat Jember Diduga Dianiaya, Dinsos Siapkan Pendampingan
Setiap titik lokasi KNMP di Jember nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung modern untuk memenuhi kebutuhan operasional para nelayan.
Di antaranya akan ada pabrik es dan fasilitas logistik, bengkel kapal, cold storage, pasokan air bersih serta air siap minum, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) untuk memudahkan pasokan BBM kapal.