jatimnow.com - Sejumlah wilayah di Tulungagung telah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung tetap mengirim bantuan air bersih ke 17 desa yang terdampak bencana kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Achmad Mugiono mengatakan, sejumlah wilayah Tulungagung telah diguyur hujan meski intensitasnya rendah. Namun air hujan yang turun masih membasahi lapisan atas tanah.
"Hujan yang turun masih rendah intensitasnya dan baru membasahi lapisan atas tanah. Jadi air hujan belum mencapai kedalaman sumur warga," ujarnya, Sabtu (31/10/2026).
Baca juga: Aliran Sungai Mampet, Air Meluap dan Rendam Rumah Warga Tulungagung
Oleh karena itu hujan yang terjadi di wilayah terdampak kekeringan masih memerlukan bantuan air bersih untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Pengiriman air bersih masih rutin dilakukan BPBD Tulungagung.
"Kami masih terus mengirimkan bantuan air bersih kepada desa-desa yang mengalami kekeringan," terangnya.
Baca juga: Ojol di Tulungagung Bawa Balita ke Polsek, Ini Kronologinya
Berdasarkan data BPBD Tulungagung, bencana kekerigan mulai terjadi sejak Juli 2026. Saat itu masih tiga kecamatan yang meminta bantuan air bersih. Namun sekarang, total ada 17 desa di 8 kecamatan yang terdampak bencana kekeringan.
"Bencana kekeringan membuat 3.267 kepala keluarga atau 8.853 jiwa kesulitan mendapat air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," jelasnya.
Baca juga: Curi PS Milik Mertua, Pria Blitar Dibekuk Polisi Tulungagung
Menurut Mugiono, setiap hari BPBD Tulungagung mengirim dua tangki truk air bersih. Adapun jumlah air bersih yang didistribusikan mencapai 10 ribu per hari.
"Total bantuan air bersih yang sudah kami kirim untuk warga terdampak kekeringan di Tulungagung mencapai 145 rit," pungkasnya.