Satu Jam Meracik Gelato, Peserta 10 Negara Berebut Tiket ke Italia

Kamis, 05 Nov 2026 19:06 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Gelato World Tour 2026 di Tangerang mempertemukan peracik gelato dari 10 negara. Peserta ditantang meracik dua jenis gelato dalam satu jam. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 10 peracik gelato dari berbagai negara beradu kreativitas dalam Gelato World Tour 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, 4–7 November 2026.

Dalam kompetisi bertajuk ASEAN Gelato Art Individual Competition itu, setiap peserta hanya diberi waktu satu jam untuk menghasilkan dua jenis gelato dengan karakter rasa yang seimbang.

Kompetisi yang menjadi bagian dari pameran KRISTA InterFOOD 2026 yang dihelat Krista Exhibitions tersebut tidak sekadar menguji keterampilan mengolah bahan. Peserta juga dituntut mampu mempertahankan cita rasa asli buah, memadukan rempah, serta menghasilkan produk dengan tekstur dan tampilan yang menarik.

Baca juga: La Cuisine 2026 Jadi Magnet KRISTAInterFOOD, Diikuti 1.100 Chef

Captain Floor Gelato World Tour 2026, Caesar Andri, mengatakan kompetisi diikuti perwakilan dari Singapura, Malaysia, Hong Kong, Vietnam, Jepang, Korea, Thailand, Indonesia, Taiwan, dan Tiongkok. Masing-masing negara mengirimkan satu peserta yang didampingi seorang asisten.

"Peserta harus membuat dua jenis gelato, yakni berbasis susu dan berbasis air. Untuk kategori berbasis susu, mereka menghadirkan cita rasa autentik dari negara masing-masing," ujar Caesar, Kamis (5/11/2026).

Tantangan berbeda diberikan pada kategori gelato berbasis air atau water base. Peserta harus menggunakan pure buah yang jenisnya ditentukan melalui undian dengan sistem black box sebelum perlombaan dimulai.

Dengan bahan utama yang baru diketahui menjelang kompetisi, peserta dituntut cepat menentukan komposisi dan perpaduan rasa. Seluruh proses pembuatan kedua jenis gelato harus diselesaikan dalam waktu 60 menit.

Panitia juga menyediakan sejumlah rempah dan tanaman herbal untuk memberi ruang eksplorasi rasa. Bahan yang bisa digunakan antara lain kayu manis, cengkih, adas manis, thyme, rosemary, basil, dan pandan.

"Peserta bisa menambahkan rempah dan tanaman herbal untuk memperkaya cita rasa. Namun, karakter buah tetap harus terasa dan tidak boleh tertutup oleh rasa manis maupun bahan tambahan lainnya," jelas Caesar.

Menurut dia, juri memiliki sejumlah aspek penilaian, mulai dari suhu penyajian, tampilan, komposisi, hingga keseimbangan rasa. Kemampuan peserta mempertahankan karakter buah di tengah perpaduan bahan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan hasil kompetisi.

Baca juga: Kemenekraf Buka Klinik Foto Produk Gratis untuk UMKM Kuliner di Krista Interfood 2026

Penilaian juga memperhatikan bagaimana peserta mengolah kombinasi buah, rempah, dan bahan lainnya agar menghasilkan cita rasa yang harmonis.

\

Persaingan berlangsung dalam dua hari. Pada hari pertama, peserta dari Singapura, Malaysia, Hong Kong, Vietnam, dan Jepang lebih dahulu menunjukkan kemampuan. Sementara Korea, Thailand, Indonesia, Taiwan, dan Tiongkok mendapat giliran pada hari kedua.

Indonesia mengandalkan Alvin Tanujaya, pemilik Lateria Gelato. Alvin dijadwalkan tampil pada Kamis (5/11/2026) untuk bersaing memperebutkan tiket menuju kompetisi tingkat dunia.

Caesar menilai persaingan tahun ini cukup ketat karena setiap negara membawa keunggulan dan karakter rasa masing-masing. Peserta dari Jepang dan Malaysia, menurut dia, menjadi beberapa kontestan yang patut diperhitungkan.

Kompetisi menghadirkan lima juri dari kalangan profesional, pemenang kompetisi gelato, dan media. Mereka adalah Chef Jason Tan dari Singapura, Yoo Siyeon dari Korea, Rizky Pradana, Edwin Pangestu, dan Talitha Setiadi.

Baca juga: Menperin Buka KRISTAInterFOOD 2026, Dorong Kuliner Indonesia Mendunia

Bagi para peserta, hasil kompetisi bukan sekadar perebutan gelar. Pemenang ASEAN Gelato Art Individual Competition akan mendapat kesempatan melanjutkan persaingan ke SIGEP Italia pada 2027.

Penyelenggaraan di Indonesia juga mencatatkan babak baru karena menjadi edisi pertama Gelato World Tour untuk kategori individual.

Caesar Andri, yang juga merupakan instruktur Carpigiani Gelato University di Indonesia, berharap ajang internasional tersebut dapat mendorong peningkatan kemampuan para pelaku industri gelato Tanah Air.

Selain menjadi arena adu keterampilan, kompetisi ini membuka kesempatan bagi talenta Indonesia untuk memperluas pengalaman, bertukar kreativitas dengan peracik dari negara lain, dan membuktikan kemampuan di panggung internasional.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler