Pixel Code jatimnow.com

BSI Pecahkan Rekor MURI, 3.561 Sivitas Akademika Buka Rekening Emas dalam 7 Jam

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof. Mujiburrahman, Senior Manager MURI Triyono, dan Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya menunjukkan piagam Rekor MURI. (Foto: BSI for jatimnow.com)
Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof. Mujiburrahman, Senior Manager MURI Triyono, dan Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya menunjukkan piagam Rekor MURI. (Foto: BSI for jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) setelah berhasil memfasilitasi pembukaan 3.561 rekening Tabungan Emas oleh sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.

Pencapaian yang berlangsung selama tujuh jam pada Rabu (4/11/2026) itu menjadi bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi investasi emas di kalangan generasi muda.

Rekor bertajuk Pembukaan Rekening Emas oleh Sivitas Akademika Terbanyak tersebut tercapai melalui kolaborasi BSI Regional 1 Aceh dan UIN Ar-Raniry. Ribuan rekening berhasil dibuka mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB dengan dukungan jaringan kantor cabang BSI yang memberikan pelayanan secara serentak.

Direktur Compliance & Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya, mengatakan keberhasilan memecahkan rekor MURI bukan sekadar pencapaian jumlah rekening.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenalkan investasi emas sekaligus membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat sejak usia muda.

Menurut Arief, mahasiswa dan generasi muda perlu memahami pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang. Emas menjadi salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk membangun aset secara bertahap.

"Rekor ini bukan sekadar pencapaian angka, tetapi momentum untuk membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya perencanaan keuangan sejak dini. Emas dapat menjadi salah satu pilihan instrumen untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang," ujar Arief.

Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai keuangan syariah. Karena itu, BSI terus membuka ruang kolaborasi dengan institusi pendidikan untuk menghadirkan layanan keuangan yang mudah dijangkau dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

Arief juga menyoroti kemudahan digitalisasi layanan emas BSI. Melalui dukungan teknologi, masyarakat kini dapat mulai berinvestasi dengan nominal terjangkau sekaligus mengelola kepemilikan emas secara lebih praktis.

Sementara itu, RCEO BSI Regional 1 Aceh, Imsak Ramadhan, menyebut keberhasilan melayani ribuan pembukaan rekening dalam waktu singkat menunjukkan kesiapan infrastruktur digital dan jaringan layanan perseroan.

Sinergi teknologi, kantor cabang, serta kerja sama dengan UIN Ar-Raniry memungkinkan BSI memproses 3.561 rekening Tabungan Emas hanya dalam tujuh jam.

"Pencapaian ini menunjukkan bahwa layanan keuangan syariah BSI semakin mudah diakses dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk generasi muda di lingkungan perguruan tinggi," kata Imsak.

BSI Regional 1 Aceh, lanjut dia, akan terus memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan layanan keuangan syariah sekaligus memperkuat literasi keuangan masyarakat Aceh.

Baca juga:
BSI Perkuat Sinergi dengan NU untuk Perluas Keuangan Syariah

Pencapaian di UIN Ar-Raniry juga sejalan dengan strategi BSI mengembangkan bisnis bank emas atau bullion bank.

Perseroan terus memperkuat ekosistem emas terintegrasi, mulai dari perdagangan dan simpanan emas, penitipan dengan fasilitas penyimpanan berstandar internasional, cicil emas, gadai emas, hingga produk BSI Gold.

Pada segmen ritel, BSI menawarkan kemudahan kepemilikan emas melalui aplikasi BYOND by BSI. Masyarakat bisa mulai membeli emas dengan nominal Rp50 ribu.

Kinerja bisnis emas perseroan juga menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Juni 2026, BSI telah memperdagangkan 8,06 ton emas dan memiliki lebih dari 1,7 juta nasabah bullion.

Sementara itu, pendapatan berbasis komisi atau fee-based income dari bisnis emas hingga Oktober 2026 melonjak 420 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Outstanding pembiayaan gadai dan cicil emas juga mencapai Rp30,5 triliun, tumbuh 80,5 persen.

Kanal digital menjadi salah satu penopang pertumbuhan bisnis tersebut. Melalui BYOND by BSI, nasabah dapat mengakses Tabungan Emas dan melakukan transaksi secara digital. Jumlah pengguna layanan Tabungan Emas melalui aplikasi tersebut telah melampaui 1,7 juta nasabah.

BSI menargetkan lebih dari 2 juta pengguna BYOND by BSI melakukan transaksi emas sepanjang 2026.

Baca juga:
BSI Cetak Rekor Baru, Jumlah Nasabah Capai 24,3 Juta

Ekspansi bisnis bullion juga menyasar segmen korporasi dan institusi. Pada 27 Oktober 2026, BSI meluncurkan BEWIZE Gold dalam rangkaian BSI International Expo.

Layanan tersebut memungkinkan perusahaan dan institusi membuka rekening emas secara daring, termasuk melakukan transaksi pembelian, penjualan, dan transfer emas. Seluruh layanan terintegrasi dengan platform pengelolaan kas BEWIZE by BSI.

Dalam menjalankan bisnis bullion, BSI telah mengantongi tiga izin dasar sesuai POJK Nomor 17 Tahun 2024, yakni kegiatan usaha jual beli emas, penitipan emas, dan simpanan emas. Perseroan juga tengah mengkaji pengembangan izin pembiayaan emas.

BSI memastikan seluruh transaksi emas memiliki underlying berupa emas fisik yang disimpan di fasilitas penyimpanan berstandar internasional.

Kegiatan bisnis tersebut juga telah memperoleh persetujuan Dewan Pengawas Syariah dan berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Arief berharap pencapaian bersama UIN Ar-Raniry menjadi pijakan untuk memperluas edukasi investasi emas di lingkungan kampus maupun masyarakat umum, khususnya di Aceh.

Menurutnya, generasi muda perlu melihat emas tidak hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai salah satu instrumen untuk membangun aset dan mempersiapkan kebutuhan keuangan pada masa mendatang.