Cerita Pemilik Motor yang Dibakar Massa Ricuh di Depan Grahadi Surabaya
Peristiwa 5 jam yang lalujatimnow.com-Sejumlah motor dibakar massa saat demo berjalan ricuh, di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Pemiliknya pun buka suara. Ia merupakan salah satu staf Biro Administrasi dan Pimpinan (Adpim) Pemprov Jatim, Erwin sapaan akrabnya.
Diketahui, motor tersebut dibakar menggunakan bom molotov oleh demonstran. Motor tersebut terparkir persis didekat pagar pintu masuk halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Saat itu, massa ingin merangksek masuk ke area halaman. Namun, dihalau petugas menggunakan water canon untuk mengantisipasi aksi anarkis demonstran yang berulangkali melemparkan batu ke arah Grahadi.
Massa yang tak puas melampiaskan amarahnya pada motor-motor staf yang terparkir berdekatan dengan pagar.
Kobaran api pun seketika membakar motor-motor tersebut. Erwin yang mengetahui motornya terbakar hanya bisa pasrah.
"Mau keluar menyelamatkan motor saya, saya takut, karena massa begitu beringas melemparkan bom molotov ke arah Grahadi. Ini musibah bagi saya," kata Erwin, Jumat (28/8/2025).
Ia mengaku, motor tersebut memang selayaknya ia pakai sebagai kendaraan tempur dalam tugas harian peliputan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa
"Jupiter tahun 2006," pungkas Erwin.
Sebelum ricuh, mereka berkumpul di Taman Apsari, lalu bergerak ke arah pintu gerbang masuk Gedung Grahadi. Mereka langsung memblokade Jalan Gubernur Suryo.
Mayoritas demonstran berpakaian serba hitam. Ada juga yang mengenakan jaket ojek online (ojol). Setelah sukses memblokade Jalan Gubernur Suryo, mereka meneriakkan aspirasinya, di susul lemparan batu.
Gerbang pintu masuk Gedung Grahadi dikunci. Polisi juga membuat barisan di depan pintu gerbang mengenakan tameng serta memarkirkan mobil taktis.
"Jangan lempar-lempar," kata petugas kepolisian dari pengeras suara.