Pixel Code jatimnow.com

Video Penganiayaan Perempuan di Trenggalek Viral, Ini Kata Polisi

Peristiwa 3 jam yang lalu
Foto: Capture video kekerasan terhadap perempuan yang viral di Trenggalek. (facebook/jatimnow.com)
Foto: Capture video kekerasan terhadap perempuan yang viral di Trenggalek. (facebook/jatimnow.com)
https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/anniversary-ke-8-jatimnow.gif

jatimnow.com-Sebuah video aksi kekerasan seorang pria terhadap perempuan di Kabupaten Trenggalek viral di media sosial. Dalam video tersebut terekam seorang pria mengenakan kaos bertuliskan Polisi Samapta menganiaya perempuan dibelakangnya.

Perempuan tersebut hendak naik ke boncengan sepeda motor dan langsung dianiaya pelaku secara brutal. Peristiwa ini diketahui terjadi di jalan masuk wilayah Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. Perempuan tersebut dilaporkan telah meninggal dunia Minggu (1/3/2026) sore. Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Kasi Humas Polres Trenggalek, AKP Katik, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dalam kasus ini. Mereka memastikan bahwa sosok pria dalam video tersebut bukan merupakan anggota polisi. Korban perempuan diketahui berinisial ED (33) warga Desa Tanjungkerang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Polisi telah mengamankan pria berinisial AW (31) yang ada dalam video kekerasan ini.

"Satreskrim Polres Trenggalek tetap melakukan penyelidikan terkait video yang viral di masyarakat mengenai dugaan penganiayaan yang dialami korban," ujarnya, Senin (2/3/2025).

Polisi juga melakukan autopsi terhadap jenazah korban perempuan. Dari informasi yang berkembang, sosok perempuan tersebut merupakan istri siri pelaku. Korban juga disebut meninggal dunia usai menenggak cairan pembasmi rumput. Korban sempat menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pule lalu dirujuk ke RSUD dr Soedomo Trenggalek. Namun korban meninggal Minggu (1/3/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

"Korban menenggak cairan obat rumput dan sempat dibawa ke Puskesmas lalu dirujuk dan meninggal di RSUD dr Soedomo Trenggalek," tuturnya.

Untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, polisi melakukan autopsi dini hari tadi. Proses autopsi dilakukan polisi bersama tim forensik. Mereka masih menunggu hasil autopsi ini untuk memastikan penyebab kematian korban. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan terkait peristiwa ini.

"Kita masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui pasti penyebab kematiannya, karena di video beredar ada dugaan penganiayaan, dan ada bukti juga korban meminum herbisida. Jadi nanti akan diketahui meninggal itu karena apa," pungkasnya.