Ramadan 2026, PTP Nonpetikemas Pertebal Bantalan Sosial Pekerja
Ekonomi Jumat, 13 Mar 2026 12:56 WIBjatimnow.com - Beban ekonomi masyarakat dan buruh pelabuhan di sekitar wilayah operasional PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) mendapat atensi khusus melalui program Pelindo Berbagi Ramadan 2026.
Perusahaan menyalurkan ribuan paket logistik dan santunan tunai guna memastikan kesejahteraan warga di ring satu pelabuhan tetap terjaga selama bulan suci.
Langkah ini merupakan bagian dari realisasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang menyasar Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) serta warga yang bermukim di sekitar dermaga.
Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menyatakan bahwa keberadaan perusahaan harus berdampingan dengan kesejahteraan publik, bukan sekadar mengejar performa bongkar muat.
"Operasional bisnis pelabuhan tidak berjalan sendirian. Kami berupaya hadir memberi manfaat nyata bagi warga sekitar. Agenda ini sudah berjalan rutin tiap tahun agar dampak keberadaan PTP Nonpetikemas dirasakan langsung," kata Indra dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/3/2026).
Secara teknis, Senior Manager Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, memerinci bantuan tersebut ke dalam tiga klaster.
Perusahaan membagikan 500 paket takjil harian, 1.000 paket sembako untuk pekerja lapangan, serta santunan khusus bagi puluhan anak yatim di area operasional.
Menariknya, aksi korporasi ini diperkuat oleh kontribusi internal karyawan melalui wadah Maiska PTP Nonpetikemas.
Lembaga yang mengelola dana infaq dan sedekah pekerja ini mengalokasikan santunan tambahan bagi 330 anak yatim yang tersebar di seluruh kantor cabang perusahaan di Indonesia.
"Penyaluran kami lakukan serentak sebagai bentuk solidaritas sosial. Selain bantuan musiman seperti saat Ramadan, kami juga menjalankan komitmen pada sektor pendidikan hingga pemberdayaan Usaha Mikro Kecil (UMK)," tambah Fiona.
Upaya ini memperlihatkan pergeseran paradigma TJSL perusahaan pelabuhan, dari sekadar bantuan seremonial menjadi instrumen penguat hubungan antara otoritas pelabuhan dengan masyarakat penyangga di tengah dinamika ekonomi tahun 2026.